Haji Rasyidi HY, SH: Ibadah Kurban Bukan Sekadar Ritual, Tapi Latihan Keikhlasan dan Kepedulian Sosial
SATYABERITA – Hari Raya Iduladha semangat umat Islam untuk melaksanakan ibadah kurban kembali meningkat. Selain sebagai bentuk ibadah tahunan, kurban juga memiliki makna mendalam baik dari sisi spiritual maupun sosial.
Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan Jakarta Islamic Centre, Dr. Ir. H. Rasyidi HY, SH., SH.I., MM., MA., CPA, C.Med menjelaskan bahwa ibadah kurban merupakan simbol kepatuhan total seorang hamba kepada Allah SWT, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS.
“Ibadah kurban adalah bentuk ketaatan mutlak seorang hamba dalam menduplikasi kepatuhan Nabi Ibrahim AS atas perintah Allah SWT,” ujar Rasyidi HY dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kualitas spiritual seorang Muslim. Melalui ibadah tersebut, umat Islam diajak untuk belajar ikhlas, rela berkorban, dan mengurangi kecintaan berlebihan terhadap dunia.
“Pada hakikatnya, kurban melatih ketakwaan dan keikhlasan. Ini adalah momentum untuk membuang ego pribadi demi meraih ridha Allah SWT,” jelasnya.
Selain itu, kata anggota DPRD DKI periode 2019-2024 ini, ibadah kurban juga menjadi wujud rasa syukur atas segala nikmat dan rezeki yang telah diberikan Allah SWT kepada umat manusia. Dengan berbagi melalui kurban, seorang Muslim diharapkan semakin menyadari pentingnya berbagi kebahagiaan kepada sesama.
Tidak hanya berdimensi spiritual, Dr. Rasyidi menegaskan bahwa kurban memiliki dampak sosial yang sangat besar di tengah masyarakat. Pembagian daging kurban dinilai mampu menumbuhkan kepedulian sosial, khususnya kepada fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan.
“Kurban mengajarkan umat Islam untuk memperkuat empati dan kepedulian sosial. Ada kebahagiaan yang dibagikan bersama masyarakat,” kata Rasyidi HY.
Lebih lanjut mantan wakil ketua Komisi C itu menambahkan, proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah atau tali persaudaraan antarwarga. Kebersamaan yang terbangun dalam pelaksanaan kurban menciptakan suasana gotong royong dan solidaritas sosial yang kuat.
Ia menyebut ibadah kurban sebagai salah satu cara membersihkan harta dan menjauhkan diri dari sifat kikir maupun serakah. Dengan menyisihkan sebagian rezeki untuk berkurban, umat Islam diajak untuk lebih peduli terhadap kesejahteraan bersama.
“Melalui kurban, kita belajar bahwa rezeki yang dimiliki bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga ada hak orang lain yang harus diperhatikan,” pungkasnya.


Post Comment