Jelang Lima Abad, Warga Kepulauan Seribu Butuh Air Bersih hingga SPBU Terapung Untuk Nelayan

Breaking

Jelang Lima Abad, Warga Kepulauan Seribu Butuh Air Bersih hingga SPBU Terapung Untuk Nelayan

SATYABERITA – Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Demokrat, Neneng Hasanah, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan perhatian lebih serius terhadap kebutuhan dasar masyarakat Kepulauan Seribu.

Menurutnya, masih banyak persoalan yang harus segera dituntaskan agar kualitas hidup warga di wilayah kepulauan setara dengan masyarakat di daratan Jakarta.

Neneng menegaskan, kebutuhan paling mendesak yang harus menjadi prioritas Pemprov DKI adalah penyediaan air bersih. Ia menilai, kebutuhan tersebut seharusnya dapat dipenuhi dengan memanfaatkan potensi air laut melalui teknologi pengolahan menjadi air bersih.

“Program yang paling urgent bagi masyarakat Kepulauan Seribu adalah air bersih. Kita memiliki sumber air baku berupa laut yang tidak akan habis. Tinggal bagaimana pemerintah memanfaatkan teknologi untuk mengolahnya menjadi air bersih agar masyarakat tidak lagi mengalami kekurangan,” kata Neneng, kepada awak media digedung DPRD DKI, Selasa (14/7/2026).

Selain air bersih, persoalan transportasi antarpulau juga dinilai masih menjadi kebutuhan utama warga. Menurutnya, mobilitas masyarakat, termasuk anak-anak yang harus menggunakan kapal untuk bersekolah, masih sangat bergantung pada ketersediaan transportasi laut yang memadai.

“Transportasi antarpulau harus menjadi perhatian. Banyak aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak yang berangkat sekolah, masih mengandalkan kapal. Pelayanan transportasi harus semakin baik,” ujarnya.

Neneng juga menyoroti kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bagi para nelayan. Ia mendorong Pemprov DKI menghadirkan SPBU terapung agar para nelayan lebih mudah memperoleh pasokan BBM tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

“Nelayan sangat membutuhkan SPBU terapung. Ini penting agar kebutuhan BBM mereka bisa terpenuhi dengan lebih mudah dan aktivitas melaut tidak terganggu,” katanya.

Tak hanya itu, politisi Partai Demokrat tersebut menilai peningkatan infrastruktur energi, termasuk pasokan listrik, juga perlu menjadi perhatian pemerintah.

Menurutnya, pelayanan transportasi kapal menuju seluruh pulau berpenghuni juga harus ditingkatkan agar seluruh masyarakat memperoleh akses layanan yang sama.

Menjelang peringatan lima abad Jakarta, Neneng berharap Kepulauan Seribu dapat menjadi salah satu wajah ibu kota yang menunjukkan pemerataan pembangunan.

“Apalagi menjelang lima abad Jakarta, Kepulauan Seribu harus menjadi wajah ibu kota. Karena itu, pembangunan di wilayah kepulauan harus mendapatkan perhatian yang serius,” ucapnya.

Di sisi lain, Neneng mengungkapkan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan sarana olahraga. Warga berharap memiliki lapangan sepak bola berstandar penuh serta fasilitas olahraga yang representatif seperti gelanggang remaja yang tersedia di wilayah daratan Jakarta.

“Setiap kali kami melakukan reses, masyarakat selalu menyampaikan aspirasi yang sama. Mereka berharap ada lapangan sepak bola dengan ukuran sebenarnya dan fasilitas olahraga yang layak,” ungkapnya.

Menurut Neneng, pemerintah daerah sebenarnya telah menyiapkan salah satu pulau untuk pembangunan kawasan olahraga. Namun hingga kini, realisasinya belum juga terlaksana.

“Sudah ada salah satu pulau yang disiapkan oleh pemerintah kabupaten untuk pembangunan fasilitas olahraga. Lahannya ada dan memang diperuntukkan bagi masyarakat, tetapi sampai hari ini belum terealisasi,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan harus dilakukan secara merata di seluruh wilayah DKI Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu. Untuk itu, ia meminta Pemprov DKI mengalokasikan anggaran APBD secara lebih optimal guna memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari air bersih, transportasi, energi, kebersihan lingkungan, hingga fasilitas olahraga.

“Kepulauan Seribu adalah bagian dari DKI Jakarta. Pemerintah harus memikirkan solusi dan menyiapkan anggaran yang memadai agar kebutuhan masyarakat di sana benar-benar terpenuhi. Pembangunan tidak boleh hanya terpusat di daratan, tetapi juga harus dirasakan oleh warga di wilayah kepulauan,” tegas Neneng. (pot)

Post Comment