Eki Pitung: Kolaborasi Dewan Adat Bamus Betawi, Kemendagri dan Kemenhan Perkuat Semangat Bela Negara Berbasis Kearifan Lokal

Breaking

Eki Pitung: Kolaborasi Dewan Adat Bamus Betawi, Kemendagri dan Kemenhan Perkuat Semangat Bela Negara Berbasis Kearifan Lokal

SATYABERITA – Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, Eki Pitung, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas terselenggaranya Seminar Komunikasi Politik dan Wawasan Kesatuan Kebangsaan Berbasis Kearifan Lokal yang merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum), Direktorat Bimbingan Keormasan, serta didukung oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melalui Pusat Bela Negara.

Menurut Eki Pitung, kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para tokoh adat, jawara, pendekar, dan pegiat kearifan lokal dari berbagai daerah untuk memperkuat komitmen kebangsaan serta mempererat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendagri melalui Ditjen Polpum, Direktorat Bimbingan Keormasan, serta Kementerian Pertahanan melalui Kapus Bela Negara yang telah memberikan ruang kepada kami, para Jawara Betawi, untuk berdialog dan berdiskusi mengenai wawasan kebangsaan, semangat bela negara, cinta tanah air, serta komitmen menjaga Merah Putih dalam bingkai NKRI,” ujar Eki Pitung, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/7/2026).

Seminar tersebut tidak hanya dihadiri oleh unsur masyarakat Betawi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi lintas budaya dengan kehadiran perwakilan Sekretaris Majelis Pecalang Bali, para pendekar dari Banten, serta tokoh-tokoh masyarakat dari Indonesia Timur, di antaranya Makassar, Flores, dan Maluku. Kehadiran berbagai elemen bangsa tersebut dinilai menjadi simbol kuat persatuan Indonesia yang dibangun di atas keberagaman budaya dan kearifan lokal.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi sepanjang jalannya seminar. Sejumlah narasumber nasional hadir memberikan materi, di antaranya Kepala Pusat Bela Negara Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Luhut, serta Direktur Bimbingan Keormasan Ditjen Polpum Kemendagri, Chandra, sebagai narasumber utama.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, Eki Pitung, turut hadir sebagai narasumber pendamping yang menyampaikan pentingnya peran organisasi adat dalam menjaga persatuan bangsa.

Acara juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Akmal Malik, yang memberikan keynote speech mengenai pentingnya sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat adat dalam memperkuat ketahanan nasional.

Selain itu, Staf Khusus Pengamanan Istana Presiden, Mayjen TNI (Purn.) Fauka Noor Farid, turut memberikan arahan serta membangkitkan semangat peserta melalui seruan “Jawara Bela Negara” sebagai simbol kesiapan masyarakat adat untuk menjaga keutuhan bangsa.

Eki Pitung menilai, melalui kegiatan seperti ini diharapkan akan lahir sebuah lembaga atau wadah nasional yang mampu menghimpun para tokoh adat, jawara, pendekar, dan pejuang kearifan lokal dari seluruh Indonesia sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat program Bela Negara.

“Harapannya ke depan dapat dibentuk sebuah lembaga yang mewadahi seluruh punggawa kearifan lokal di Indonesia. Mereka memiliki semangat yang sama untuk mencintai tanah air, menjaga wilayahnya masing-masing, serta bersama-sama mempertahankan keutuhan NKRI,” kata pria yang murah senyum itu.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan tokoh adat dan organisasi berbasis budaya memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga keamanan lingkungan, mempererat persaudaraan sesama anak bangsa, serta menjadi perekat persatuan agar tidak terjadi gesekan maupun konflik antar-etnis di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Perbedaan suku, budaya, dan adat istiadat adalah kekayaan bangsa. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus bersama-sama menjaga persaudaraan, saling menghormati, menjaga keamanan wilayah, serta mencegah potensi gesekan antar-etnis demi terciptanya Indonesia yang damai, harmonis, dan tetap bersatu,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Eki Pitung juga mengajak seluruh keluarga besar Betawi untuk menjadikan momentum penguatan wawasan kebangsaan ini sejalan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Dewan Adat Bamus Betawi yang pada Juli 2026 genap berusia 44 tahun sejak berdiri pada Juli 1982.

“Di usia ke-44 tahun ini, Dewan Adat Bamus Betawi akan terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai budaya Betawi, memperkuat persatuan bangsa, serta menjadi mitra pemerintah dalam merawat kebhinekaan, membangun semangat Bela Negara, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Eki Pitung.(pot)

Post Comment