KPK Didesak Massa Untuk Segera Menangkap Dirut TELKOMSEL Atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi 2 Triliun

SATYABERITA – Koordinator Lapangan Barisan Rakyat Sikat Koruptor (BRSK), Syafiq Naufal, menjelaskan bahwa aksi demonstrasi dimulai dengan titik kumpul di depan Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan. Sekitar ratusan peserta aksi hadir mengenakan pakaian berwarna hitam sebagai simbol keprihatinan terhadap kondisi penegakan hukum di Indonesia.
Menurut Syafiq Naufal, massa mulai bergerak menuju Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Rasuna Said sekitar pukul 13.00 WIB. Aksi long march dipimpin oleh mobil komando dengan peserta membawa spanduk dan poster berisi berbagai tuntutan kepada KPK.
“Seluruh rangkaian aksi kami bertujuan menyampaikan aspirasi masyarakat agar pemberantasan korupsi dilakukan secara tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu. Kami berharap KPK tetap independen dalam menegakkan hukum,” ujar Syafiq Naufal.
Setibanya di depan Gedung KPK, aksi diisi dengan orasi politik secara bergantian oleh sejumlah perwakilan peserta, serta pembacaan puisi perjuangan sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara damai.
Menjelang berakhirnya aksi pada pukul 14.30 WIB, Syafiq Naufal membacakan Pernyataan Sikap Organisasi Barisan Rakyat Sikat Koruptor yang memuat empat tuntutan utama, yaitu:
1. Tangkap dan adili Nugroho Alias Nugi direktur utama PT.Telkomsel yang merugikan Uang Rakyat.
2. KPK tidak boleh takut dan tidak tebang pilih dalam penegakan hukum.
3. Usut tuntas skandal korupsi senilai Rp.2 triliun pelayanan notifikasi perbankan BRI–Telkom.
4. Sita aset koruptor untuk program kesejahteraan rakyat.
Syafiq Naufal menegaskan bahwa seluruh rangkaian aksi berlangsung secara tertib, damai, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Setelah membacakan pernyataan sikap, peserta aksi membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 15.00 WIB. (AR)
Post Comment