“Versi Canda Anak Betawi Menjalani Hari”: Bang Nobon Punya Cara Unik Memaknai Senin hingga Minggu

Breaking

“Versi Canda Anak Betawi Menjalani Hari”: Bang Nobon Punya Cara Unik Memaknai Senin hingga Minggu

SATYABERITA – Ada saja cara warga Betawi dalam memandang kehidupan sehari-hari. Bagi Bang Nobon, anak Betawi yang tinggal di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, setiap hari memiliki “makna” dan suasana tersendiri.

Dengan gaya bicara yang santai, penuh canda, dan sesekali mengundang tawa, Bang Nobon mencoba menggambarkan bagaimana seseorang menjalani hari dari Senin hingga Minggu. Bukan dengan teori rumit, melainkan dengan bahasa sederhana khas pergaulan sehari-hari.

Menurut Bang Nobon, akhir pekan menjadi waktu untuk bersantai sekaligus menunggu berbagai hal.

“Kalau hari Sabtu itu waktunya kita santai, menunggu teman, menunggu apa, menunggu pergantian kita,” ujar Bang Nobon, saat ditemui di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026).

Memasuki Minggu, suasananya pun menurut dia tidak jauh berbeda. Hari libur menjadi kesempatan untuk kembali menikmati waktu dengan santai, tanpa terlalu memikirkan rutinitas.

Namun, memasuki Senin, Bang Nobon punya tafsir tersendiri. Hari pertama dalam sepekan itu justru dianggap sebagai waktu untuk menikmati hidup dengan santai.

“Senin, nikmatilah hari Senin itu. Kita menunggu sambil n***n,” katanya, disambut gaya bicaranya yang khas anak Jakarta.

Beranjak ke Selasa, suasana cerita Bang Nobon semakin penuh warna. Ia menyebut Selasa sebagai hari untuk “selingkuh mesra”. Tentu saja, ungkapan tersebut disampaikannya dalam konteks guyonan dan kelakar khas pergaulan.

“Kalau memang kita punya selingkuhan, ya kita bikin mesra-mesra aja. Kita ngobrol, nyantai, minum,” ujarnya.

Memasuki Rabu, waktunya kembali digunakan untuk beristirahat. Bang Nobon menyebut hari tersebut sebagai waktunya untuk “bobo”.

Sementara Kamis menjadi momentum untuk menikmati kehidupan dengan suasana yang harmonis dan romantis.

“Kamis, nikmatilah dunia kita dengan yang harmonis dan romantis,” tuturnya.

Lalu tibalah Jumat, hari yang oleh banyak orang dikenal sebagai hari penuh keberkahan. Bagi Bang Nobon, istilah “Jumat berkah” juga memiliki makna yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Jumat itu Jumat berkah. Kalau kita ketemu pacar kita, ya enak, makan ini, makan itu. Kan berkah, kita menikmati,” katanya sambil bercanda.

Pada akhirnya, siklus kembali ke Sabtu. Hari yang menurut Bang Nobon menjadi waktu untuk bersantai, menunggu, sekaligus menikmati kebersamaan.

“Waktunya untuk kita bercinta dengan kemesraan dan keromantisan,” ujarnya.

Dari Senin sampai Minggu, Bang Nobon seolah ingin menunjukkan bahwa kehidupan tidak harus selalu dijalani dengan keseriusan. Ada waktunya bekerja, ada waktunya beristirahat, bercanda, berkumpul, menikmati makanan, hingga menikmati kebersamaan dengan orang terdekat.

Jadi dengan gaya khas anak Betawi yang ceplas-ceplos dan penuh humor, cerita Bang Nobon menjadi gambaran bahwa menikmati kehidupan juga bisa dilakukan dengan cara sederhana: santai, ngobrol, tertawa, dan mensyukuri setiap hari yang dilewati.

Post Comment