Santoso: Sekolah Rakyat Jadi Wujud Kebangkitan Nasional dan Investasi SDM Menuju Indonesia Emas 2045

SATYABERITA – Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tahun 2026 dinilai memiliki relevansi kuat dengan program pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Anggota DPR RI periode 2019–2024, Santoso, usai memimpin upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026 di halaman kantor PT Brantas Abipraya (Persero).
Mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, Santoso menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari ASTA CITA Presiden Prabowo yang tertuang dalam visi dan misi Pilpres 2024, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan mewujudkan Indonesia maju.
Menurut Santoso, pembangunan Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis pemerintah untuk menjawab ketimpangan akses dan kualitas pendidikan yang selama ini dialami siswa dari keluarga kurang mampu.
Negara, kata dia, memiliki kewajiban membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) demi menciptakan kehidupan yang lebih baik.
“Jika keluarga kurang mampu terbantu dengan hadirnya Sekolah Rakyat, maka cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 akan lebih mudah tercapai. Peningkatan kualitas SDM rakyat menjadi faktor utama dalam mewujudkan kemajuan bangsa,” ujar Santoso, Rabu (20/5/26).
Ia menjelaskan, Indonesia diperkirakan akan mengalami bonus demografi pada periode 2035 hingga 2045, di mana jumlah usia produktif lebih besar dibanding usia nonproduktif. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dan SDM menjadi investasi penting agar bonus demografi tersebut mampu mendorong pertumbuhan nasional.
Santoso juga menilai peningkatan kualitas SDM akan berdampak terhadap peningkatan Human Development Index (HDI) atau indeks pembangunan manusia Indonesia yang dirilis UNDP. Selain itu, kualitas hidup masyarakat di berbagai aspek kehidupan juga diyakini akan semakin meningkat.
“Indonesia harus mampu bangkit dari ketertinggalan dibanding negara-negara maju. Potensi Indonesia sangat besar, baik dari sisi demografi, sumber daya alam, ekonomi sebagai anggota G20, maupun peran strategis Indonesia dalam politik global di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto,” katanya.
Lebih lanjut, Santoso menilai program Sekolah Rakyat juga memiliki dampak luas terhadap pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, pembangunan sekolah akan mendorong aktivitas perdagangan material konstruksi serta membuka lapangan kerja, mulai dari tahap pembangunan hingga operasional sekolah berjalan.
Di sisi lain, ia menegaskan komitmen Presiden Prabowo dalam merealisasikan mandatory spending anggaran pendidikan tidak hanya pada besaran anggaran, tetapi juga memastikan manfaatnya menjangkau masyarakat kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat.
Sebagai BUMN yang bergerak di bidang konstruksi dan infrastruktur, PT Brantas Abipraya (Persero) disebut mendapat kehormatan dari pemerintah untuk turut membangun Sekolah Rakyat di sejumlah daerah bersama BUMN konstruksi lainnya.
Santoso yang juga menjabat Komisaris PT Brantas Abipraya (Persero) memastikan pihaknya berkomitmen menjaga kualitas pembangunan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah serta menyelesaikan proyek tepat waktu.
“Kami menyambut hadirnya Sekolah Rakyat menjelang tahun ajaran 2026 yang bertepatan dengan momentum 118 tahun Kebangkitan Nasional. Selamat datang siswa-siswi Sekolah Rakyat, generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045 bertepatan dengan 100 tahun Indonesia merdeka,” pungkasnya.


Post Comment