Pemprov DKI Diminta Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Rob 29–30 September

SATYABERITA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir rob yang diperkirakan melanda sejumlah kawasan pesisir pada 29–30 September 2026.
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta M. Taufik Zoelkifli meminta seluruh infrastruktur pengendali banjir diperiksa langsung dan dipastikan berfungsi, mulai dari pompa, pintu air, tanggul, saluran, hingga kesiapan personel.
“Jangan hanya menerima laporan semuanya siap,” ujar Taufik di Jakarta.
Berdasarkan informasi Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, potensi rob diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Tanjungan, Muara Angke, Muara Baru, dan Marunda.
Taufik meminta Pemprov DKI memanfaatkan waktu sebelum kenaikan air untuk melakukan mitigasi dan memastikan tidak ada kendala pada sarana pengendalian banjir maupun akses petugas.
Selain infrastruktur, ia menekankan pentingnya sistem peringatan dini hingga tingkat kelurahan, RW, dan RT. Informasi mengenai potensi rob dinilai harus benar-benar diterima warga, khususnya masyarakat di kawasan pesisir.
Menurutnya, skenario penanganan darurat juga perlu memperhatikan kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, dan warga dengan keterbatasan mobilitas.
Taufik juga mendorong Pemprov DKI menyiapkan strategi jangka panjang untuk menghadapi banjir rob. Menurutnya, persoalan rob di pesisir Jakarta membutuhkan penguatan perlindungan kawasan pesisir serta program pengendalian banjir yang terencana dan berkelanjutan.
Masyarakat di kawasan pesisir diminta memantau informasi resmi dari Pemprov DKI Jakarta, BPBD, Dinas SDA, layanan JAKI, serta nomor darurat 112.
Post Comment