Menuju Jakarta 500 Tahun, Bamus Betawi Perkuat Langkah Pelestarian Budaya

SATYABERITA – Menjelang peringatan lima abad atau 500 tahun Jakarta pada 2027 mendatang, Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Betawi mulai mematangkan berbagai langkah strategis organisasi guna memastikan masyarakat dan budaya Betawi tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan ibu kota menuju kota global.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja (Raker) Bamus Betawi 2026 yang berlangsung di Hotel Acacia, Kramat, Jakarta Pusat, pada 16–17 Juni 2026. Mengusung tema “Menyongsong Lima Abad Jakarta, Kota Budaya dan Kota Global”, kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus penyusunan arah kebijakan organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan Jakarta ke depan.
Raker dibuka oleh Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, mewakili Pemprov DKI Jakarta, Selasa (16/6/2026).
Sejumlah tokoh Betawi dan pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua Dewan Kehormatan Bamus Betawi yang juga Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB), Fauzi Bowo atau Bang Foke, Ketua PMI DKI Jakarta Beky Mardani, Ketua Umum DPP Forkabi Abdul Ghoni, serta Sekretaris Jenderal DPP Forkabi Syarif Hidayatullah.
Hadir pula Kepala Bidang Kesejahteraan Rakyat Bappeda DKI Jakarta, Eky Darmayanti, yang menjadi narasumber utama dengan menyampaikan paparan mengenai pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Jakarta.
Ketua Umum Bamus Betawi, H. Riano P Ahmad, mengatakan raker tahun ini menjadi forum strategis bagi seluruh jajaran organisasi untuk merumuskan arah kebijakan serta program kerja yang akan dijalankan sepanjang tahun 2026.
Menurutnya, seluruh bidang di lingkungan Bamus Betawi memanfaatkan forum dua hari tersebut untuk melakukan evaluasi sekaligus menyusun berbagai program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Betawi dan perkembangan Jakarta.
“Raker ini menjadi ruang konsolidasi organisasi sekaligus wadah untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam memperkuat peran masyarakat Betawi di tengah perubahan Jakarta yang semakin dinamis,” ujar Riano.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan raker kali ini memiliki makna yang lebih luas karena berlangsung di tengah dinamika status Jakarta pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan Jakarta masih berstatus sebagai Ibu Kota Negara hingga diterbitkannya Keputusan Presiden mengenai pemindahan ibu kota ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dalam situasi tersebut, kata Riano, masyarakat Betawi perlu terus memperkuat konsolidasi internal sekaligus mengambil peran aktif dalam pembangunan Jakarta.
“Jakarta terus bergerak menjadi kota berkelas dunia. Karena itu, masyarakat Betawi harus mampu beradaptasi dan berkontribusi tanpa kehilangan jati diri serta akar budayanya,” katanya.
Menurut Riano, perubahan yang terjadi di Jakarta harus direspons dengan langkah-langkah yang terencana dan terukur agar identitas budaya Betawi tetap terjaga serta dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Ia menegaskan Bamus Betawi akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno.
Selain itu, soliditas organisasi juga menjadi perhatian utama. Riano menilai kekompakan seluruh elemen Betawi merupakan modal penting dalam memperkuat silaturahmi, kebersamaan, dan daya tawar masyarakat Betawi dalam pembangunan daerah.
“Raker ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat Betawi dalam membangun Jakarta yang inklusif dan modern menuju kota global, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya lokal Betawi,” ujar Riano yang juga merupakan Anggota DPRD DKI Jakarta.
Lebih lanjut, ia berharap hasil raker dapat melahirkan berbagai program yang tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya Betawi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan Jakarta di masa depan.
Sebagai organisasi yang menghimpun berbagai elemen dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Betawi, Bamus Betawi menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan peran sebagai wadah aspirasi masyarakat sekaligus mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Fokus utama organisasi tetap diarahkan pada upaya menjaga adat istiadat, melestarikan budaya Betawi, serta memperjuangkan kepentingan masyarakat Betawi sebagai penduduk asli Jakarta di tengah transformasi ibu kota menuju kota global.
Semangat menyongsong Jakarta 500 tahun, Bamus Betawi berharap masyarakat Betawi tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, melainkan tampil sebagai pelaku utama yang turut menentukan arah masa depan Jakarta sebagai kota budaya sekaligus kota global.
Post Comment