Ketua Umum Bamus Betawi Riano P Ahmad: Isra Miraj Sarat Pelajaran Fundamental bagi Umat Islam

Breaking

Ketua Umum Bamus Betawi Riano P Ahmad: Isra Miraj Sarat Pelajaran Fundamental bagi Umat Islam

SATYABERITA – Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW menyimpan berbagai pelajaran mendasar yang relevan bagi kehidupan umat Islam hingga saat ini.

Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, Riano P. Ahmad, mengatakan Isra Miraj bukan sekadar peristiwa spiritual, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat keimanan, keteguhan, dan kualitas pengabdian seorang muslim kepada Allah SWT.

“Isra Miraj mengajarkan nilai-nilai dasar yang membentuk karakter umat Islam, mulai dari makna kehambaan, keteguhan berdakwah, hingga pentingnya shalat sebagai tiang agama,” ujar Riano, saat dihubungi, Jumat (16/1/2026).

Ia menjelaskan, salah satu pelajaran utama dari Isra Miraj adalah makna kehambaan sejati. Dalam Al-Qur’an, Nabi Muhammad SAW disebut sebagai “abdun” (hamba), yang menegaskan bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh harta atau kedudukan, melainkan oleh ketaqwaan dan kepatuhan kepada Allah SWT.

Selain itu, kata anggota DPRD DKI Jakarta ini, Isra Miraj juga menjadi penguat ketangguhan Rasulullah SAW dalam berdakwah. Riano mengingatkan bahwa peristiwa tersebut terjadi setelah Nabi melewati ‘Aam al-Huzn, masa penuh ujian dengan kehilangan orang-orang terdekat dan meningkatnya tekanan dari kaum Quraisy.

“Ini menjadi pelajaran bahwa perjuangan menegakkan kebenaran pasti diiringi ujian. Kesabaran dan keteguhan hati adalah kunci untuk tetap istiqamah,” katanya.

Riano juga menyoroti keberanian Nabi Muhammad SAW dalam menyampaikan kebenaran. Meski pengalaman Isra Miraj diragukan oleh banyak orang di Makkah, Rasulullah tetap menyampaikannya dengan jujur dan tegas.

“Sikap ini mengajarkan kita agar tidak takut menyampaikan kebenaran, meskipun pahit dan berisiko menghadapi penolakan,” jelasnya.

Dalam aspek kepemimpinan, Riano menegaskan bahwa momen Rasulullah SAW menjadi imam shalat para nabi di Masjidil Aqsa menandakan kepemimpinan universal Islam.

“Risalah Nabi Muhammad SAW adalah penyempurna ajaran-ajaran sebelumnya dan simbol persatuan umat manusia dalam tauhid,” ujar Riano.

Tak kalah penting, Riano mengulas makna kesucian Islam, yang tergambar saat Nabi Muhammad SAW memilih susu dibandingkan khamr.

Pilihan tersebut, menurut anggota Fraksi NasDem ini, melambangkan bahwa Islam adalah agama yang suci dan sesuai dengan fitrah manusia.

Puncak dari Isra Miraj, lanjut Riano, adalah disyariatkannya shalat lima waktu secara langsung oleh Allah SWT tanpa perantara Malaikat Jibril. Hal ini menegaskan kedudukan shalat sebagai sarana komunikasi langsung antara hamba dan Tuhannya.

“Shalat adalah fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim. Jika shalatnya baik, maka aspek kehidupan lainnya akan ikut baik,” tegas Riano.

Terakhir, menurut anggota Komisi A DPRD DKI ini, Isra Miraj juga memperkuat keyakinan dan iman Rasulullah SAW. Dari sebelumnya mengetahui hal gaib melalui wahyu (ilmul yaqin), Nabi kemudian melihat langsung (ainul yaqin), sehingga imannya semakin kokoh dan tak tergoyahkan.

“Ini mengajarkan bahwa keyakinan yang kuat akan melahirkan keteguhan dalam menghadapi segala tantangan kehidupan,” pungkasnya. (pot)

Post Comment