Ini Kronologi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur yang Tewaskan 16 Orang dan 90 Luka

SATYABERITA – Kecelakaan maut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam. Insiden ini mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 90 lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan kronologi awal yang disampaikan Kementerian Perhubungan, peristiwa bermula ketika KRL relasi Bekasi-Cikarang bertabrakan dengan sebuah mobil di perlintasan sebidang JPL 85, Jalan Ampera, Bekasi Timur. Kendaraan tersebut diketahui mengalami kerusakan saat melintas, sehingga terhenti di atas rel dan menghambat perjalanan kereta.
Akibat insiden tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan dioperasikan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181. Dampaknya, satu rangkaian KRL lain berkode PLB 5568 yang menuju Cikarang terpaksa diberhentikan di peron Stasiun Bekasi Timur.
Tak lama berselang, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya datang melintas. Kereta jarak jauh tersebut diduga tidak sempat berhenti sepenuhnya, hingga akhirnya menabrak KRL PLB 5568 yang tengah berhenti di stasiun.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menjelaskan bahwa ada dua rangkaian peristiwa dalam kecelakaan ini. Pertama, insiden mobil taksi online yang mogok di perlintasan rel. Kedua, tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang sedang berhenti.
“Peristiwa awal inilah yang kemudian berdampak pada kecelakaan berikutnya, menimbulkan korban jiwa, luka-luka, serta kerugian materi,” ujar Budi, Rabu (29/4/2026).
Polda Metro Jaya kini masih mendalami penyebab pasti kecelakaan. Hingga saat ini, polisi telah memeriksa 22 saksi terkait dua insiden tersebut.
Data terbaru per Rabu (29/4/2026) pukul 11.00 WIB mencatat total 106 korban. Sebanyak 90 orang mengalami luka-luka, dengan rincian 44 korban telah diperbolehkan pulang, sementara 46 lainnya masih menjalani perawatan dan observasi di rumah sakit. Sedangkan korban meninggal dunia tercatat sebanyak 16 orang.
Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan serta menentukan pihak yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.
Post Comment