Jumat Barokah, Nasihat Haji Rasyidi HY: Laki-Laki Muslim Dianjurkan Datang Lebih Awal untuk Sholat Jumat

SATYABERITA – Sholat Jumat merupakan kewajiban bagi setiap laki-laki Muslim yang telah baligh dan memenuhi syarat. Selain menunaikan kewajiban, umat Islam juga dianjurkan mempersiapkan diri dan datang lebih awal ke masjid untuk mendapatkan keutamaan ibadah pada hari Jumat.
Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan Jakarta Islamic Centre (JIC), Dr. Ir. H. Rasyidi HY, SH., SH.I., MM., MA., CPA, C.Med., mengatakan, hal terpenting dalam melaksanakan sholat Jumat adalah meluruskan niat semata-mata untuk mengharapkan ridha Allah SWT.
“Meluruskan niat agar mengharapkan ridha Allah SWT harus menjadi tujuan utama. Berlomba-lomba dalam hal kebaikan memang dianjurkan dalam Islam,” ujar Haji Rasyidi, dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, kewajiban melaksanakan sholat Jumat memiliki dasar yang jelas dalam Al-Qur’an, sebagaimana tercantum dalam Surat Al-Jumu’ah ayat 9.
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian diseru untuk menunaikan sholat Jumat (Jumu’ah), maka bersegeralah mengingat Allah.”
Haji Rasyidi HY menjelaskan, anjuran datang lebih awal ke masjid bukan sekadar untuk memperoleh tempat yang lebih baik. Waktu sebelum pelaksanaan sholat Jumat juga menjadi kesempatan bagi jamaah untuk memperbanyak ibadah, berdzikir, membaca Al-Qur’an, serta mempersiapkan diri dengan khusyuk sebelum khutbah dan sholat dimulai.
Lebih lanjut Haji Rasyidi HY menambahkan, yang perlu menjadi perhatian adalah semangat umat Islam untuk memanfaatkan waktu sebelum sholat Jumat dengan memperbanyak amal kebaikan dan datang ke masjid lebih awal.

Menurut Haji Rasyidi HY, kebiasaan datang ke masjid mendekati waktu dimulainya khutbah sebaiknya diubah. Jamaah perlu memberikan ruang waktu yang cukup agar pelaksanaan ibadah Jumat tidak dilakukan secara tergesa-gesa.
Datang lebih awal, kata mantan anggota DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019 ini, juga memberikan kesempatan bagi jamaah untuk menenangkan diri, melaksanakan ibadah sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta mendengarkan khutbah dengan lebih baik.
“Jangan sampai kita hanya mengejar agar tidak tertinggal sholat Jumat. Hari Jumat memiliki banyak keutamaan yang sebaiknya dimanfaatkan sejak sebelum khutbah dimulai,” katanya.
Karena itu, ia mengajak umat Islam, khususnya laki-laki Muslim yang telah baligh dan memiliki kewajiban melaksanakan sholat Jumat, untuk mempersiapkan diri sejak awal dan menjadikan momentum Jumat sebagai kesempatan meningkatkan ketakwaan.
“Intinya, datang lebih awal dengan niat yang ikhlas, meninggalkan aktivitas yang menghalangi pelaksanaan sholat Jumat, kemudian mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk,” pungkasnya.


Post Comment