Rahasia Keutamaan Wudhu Diungkap Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan JIC: Tak Sekadar Syarat Sah Shalat

Breaking

Rahasia Keutamaan Wudhu Diungkap Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan JIC: Tak Sekadar Syarat Sah Shalat

SATYABERITA – Wudhu bukan sekadar rangkaian membasuh anggota tubuh sebelum menunaikan shalat. Di balik ibadah yang tampak sederhana tersebut, tersimpan berbagai keutamaan yang menjadi bekal seorang Muslim, baik di dunia maupun di akhirat.

Hal itu disampaikan Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan Jakarta Islamic Centre (JIC), Dr. Ir. H. Rasyidi HY, SH., SH.I., MM., MA., CPA, C.Med. Ia menegaskan bahwa wudhu merupakan syarat utama yang menentukan sah atau tidaknya ibadah shalat.

“Keutamaan wudhu yang utama dan pertama, shalat tidak sah tanpa wudhu. Dan wudhu itu sendiri tidak sah bila tidak sesuai rukun,” ujar Haji Rasyidi HY dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/7/2026).

Karena itu, Haji Rasyidi HY mengingatkan umat Islam agar tidak hanya berwudhu sebagai rutinitas, tetapi benar-benar memahami tata cara yang sesuai dengan tuntunan syariat.

Menurutnya, kesempurnaan wudhu tidak hanya terletak pada terpenuhinya rukun, tetapi juga semakin lengkap apabila disertai dengan amalan-amalan sunnah.

“Alangkah lebih baik atau makin sempurna wudhu jika mengerjakan yang sunat,” katanya.

Dalam penjelasannya, mantan anggota DPRD DKI periode 2014-2019 menguraikan beberapa hal yang kerap luput dari perhatian saat berwudhu.

Misalnya, ketika membasuh wajah, air harus mengenai seluruh bagian wajah, mulai dari batas tumbuh rambut hingga dagu, serta dari telinga kanan hingga telinga kiri. Bagian seperti kening, alis, hingga jenggot juga wajib terkena air sesuai ketentuan.

Demikian pula saat mengusap kepala, menurutnya yang harus diperhatikan bukan sekadar membasahi bagian luar rambut, melainkan memastikan usapan mencapai pangkal rambut sebagaimana tuntunan dalam berwudhu.

Lebih jauh, Haji Rasyidi HY mengatakan bahwa keutamaan wudhu telah dijelaskan dalam Al-Qur’an maupun hadis Rasulullah Muhammad SAW. Selain menjadi syarat sah shalat, wudhu juga menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil yang dilakukan seorang Muslim.

“Selain itu, dengan wudhu Allah bukakan delapan pintu surga. Namun jangan hanya wudhu, sertai dengan shalat,” tuturnya.

Menurut mantan wakil Ketua Komisi C periode 2014-2019 ini, keutamaan wudhu juga akan tampak pada hari kiamat. Wudhu menjadi salah satu tanda yang membedakan umat Nabi Muhammad SAW ketika berkumpul di Padang Mahsyar.

“Di Padang Mahsyar, Nabi Muhammad SAW akan mengetahui umatnya melalui wajah. Kalau wajahnya hitam, berarti bukan pengikut Nabi, karena tidak pernah berwudhu,” jelasnya.

Lebih lanjut Haji Rasyidi HY mengajak umat Islam untuk lebih memperhatikan kualitas wudhu sebagai bagian dari ibadah yang tidak boleh dianggap remeh.

“Wudhu bukan hanya menjadi gerbang menuju sahnya shalat, tetapi juga menjadi amalan yang mendatangkan ampunan, kemuliaan, serta menjadi identitas umat Rasulullah SAW di hari akhir kelak,” pungkasnya.

Post Comment