Abdul Ghoni Nahkodai FORKABI 2026–2031, Siap Perjuangkan Penguatan Identitas Budaya Betawi di Jakarta

Breaking

Abdul Ghoni Nahkodai FORKABI 2026–2031, Siap Perjuangkan Penguatan Identitas Budaya Betawi di Jakarta

SATYABERITA – Ketua Umum Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI) terpilih periode 2026–2031, Abdul Ghoni, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pelestarian dan penguatan budaya Betawi sebagai identitas utama Jakarta. Komitmen tersebut disampaikan usai terpilih dalam Musyawarah Besar (Mubes) VI FORKABI yang digelar di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Abdul Ghoni, pelestarian budaya Betawi tidak dapat dilakukan oleh organisasi masyarakat semata. Ia menilai dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan agar budaya Betawi tetap menjadi wajah utama Jakarta di tengah perkembangan kota yang semakin modern.

“Pelestarian budaya Betawi tentu tidak bisa berjalan sendiri. Semua stakeholder yang ada di Jakarta harus terlibat,” ujar di lokasi Mubes Sekretariat DPP FORKABI Jl. Nusa Indah, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (6/6/2026).

Salah satu program yang akan diperjuangkan Abdul Ghoni adalah pembangunan gapura dan ikon budaya Betawi di sejumlah pintu masuk Jakarta. Menurutnya, hingga saat ini Jakarta belum memiliki penanda budaya yang kuat sebagaimana daerah lain di Indonesia.

Ia menilai keberadaan gapura Betawi di akses masuk dari wilayah penyangga seperti Bekasi, Bogor, dan Tangerang dapat mempertegas identitas Jakarta sebagai tanah budaya Betawi.

“Saya sering kunjungan kerja ke daerah-daerah, hampir semua memiliki gapura atau ikon daerah. Sementara ketika masuk Jakarta belum terlihat ikon Betawi yang kuat,” katanya.

Abdul Ghoni berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat merealisasikan komitmen penguatan identitas budaya melalui pembangunan simbol-simbol khas Betawi di berbagai titik strategis.

Selain pembangunan ikon budaya, Abdul Ghoni juga menyoroti pentingnya menghadirkan identitas Betawi di ruang publik dan sektor pariwisata. Menurutnya, budaya Betawi tidak cukup hanya ditampilkan melalui ornamen seperti motif gigi balang yang telah menghiasi sejumlah ruas jalan di Jakarta.

Ia mendorong hotel, pusat perbelanjaan, hingga destinasi wisata untuk lebih banyak menampilkan unsur budaya Betawi, mulai dari dekorasi hingga produk suvenir khas seperti ondel-ondel.

“Hotel-hotel di Jakarta juga perlu menghadirkan ciri khas Betawi, misalnya souvenir ondel-ondel atau produk budaya lainnya sehingga identitas Betawi semakin terasa,” ujarnya.

Dalam kepemimpinannya, Abdul Ghoni juga berkomitmen mendorong penguatan regulasi melalui Peraturan Daerah (Perda) yang secara khusus mengatur pelestarian dan pengembangan budaya Betawi.

Menurutnya, daerah seperti Yogyakarta dan Bali mampu menjaga identitas budayanya karena didukung aturan yang jelas dan konsisten.

“Kalau perlu ada Perda yang lebih kuat untuk melindungi dan mengembangkan budaya Betawi. Dengan begitu pelaksanaannya bisa lebih maksimal,” katanya.

Selain penguatan identitas budaya, Abdul Ghoni menaruh perhatian besar terhadap pengembangan kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan sebagai pusat pelestarian budaya Betawi.

Ia menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata budaya unggulan seiring membaiknya akses transportasi menuju lokasi. Karena itu, pembenahan fasilitas, penataan kawasan, serta pengembangan atraksi budaya dinilai perlu segera dilakukan.

“Setu Babakan harus diperbaiki supaya lebih menarik untuk pariwisata. Aksesnya sudah bagus, tinggal bagaimana kawasan itu dibenahi dan dikembangkan sebagai ikon budaya Betawi,” ujarnya.

Lebih lanjut Abdul Ghoni mengajak seluruh kader dan pengurus FORKABI untuk menjaga kekompakan serta memperkuat kerja sama dalam menjalankan berbagai program organisasi.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan FORKABI ke depan merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen organisasi dalam menjaga dan mengembangkan budaya Betawi.

“Saya menyadari tidak bisa bekerja sendiri. Keberhasilan organisasi adalah keberhasilan bersama. Karena itu kita harus bekerja bareng untuk memajukan FORKABI dan budaya Betawi,” pungkasnya.

Post Comment