APGI Resmi Buka Indonesia Mountain Tourism Festival 2026 di Bali

Breaking

APGI Resmi Buka Indonesia Mountain Tourism Festival 2026 di Bali

SATYABERITA – Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) resmi membuka rangkaian kegiatan Indonesia Mountain Tourism Festival 2026 yang berlangsung pada 6–9 Juni 2026 di kawasan Kintamani dan Denpasar, Bali.

Festival ini menjadi ajang kolaborasi nasional untuk memperkuat pengembangan wisata gunung Indonesia yang berkelanjutan, aman, dan berdaya saing global.

Pembukaan festival digelar pada Sabtu (6/6/2026) di Kintamani dan secara resmi dibuka oleh Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Ratna Hendratmoko.

Sebanyak 150 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, terdiri dari komunitas outdoor, pemandu gunung, pelaku wisata petualangan, akademisi, media, pegiat lingkungan, serta perwakilan dari 15 Dewan Pengurus Provinsi APGI se-Indonesia.

Menurut Ratna pihaknya mengapresiasi komitmen APGI dalam mendorong pengembangan wisata gunung yang bertanggung jawab dan berorientasi pada pelestarian lingkungan.

“Wisata alam dan pegunungan harus berkembang seiring dengan upaya konservasi. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku wisata menjadi kunci menjaga kelestarian kawasan pegunungan Indonesia,” ujar Ratna.

Sementara itu, Ketua Umum APGI, Rahman Mukhlis, menegaskan bahwa Indonesia Mountain Tourism Festival 2026 tidak sekadar menjadi festival wisata, melainkan wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem wisata gunung yang profesional dan berkelanjutan.

“Indonesia memiliki potensi wisata pegunungan kelas dunia. Melalui festival ini, APGI ingin menghadirkan semangat baru dalam pengembangan mountain tourism Indonesia yang mengedepankan keselamatan, konservasi, edukasi, budaya lokal, dan pemberdayaan masyarakat,” jelas Rahman.

Selama empat hari pelaksanaan, festival menghadirkan sejumlah agenda utama, di antaranya Talkshow Kepemanduan dan Keselamatan Wisata Gunung, Sunrise Hiking Gunung Batur, Rapat Kerja Nasional APGI, serta Konferensi Wisata Gunung Indonesia.

Sedangkan Ketua APGI Bali, Yuanita, menjelaskan bahwa Kintamani dipilih sebagai lokasi utama penyelenggaraan karena memiliki lanskap pegunungan yang ikonik serta kekayaan budaya Bali Aga yang telah dikenal luas sebagai daya tarik wisata dunia.

“Kintamani memiliki potensi besar untuk pengembangan ekowisata dan wisata petualangan yang berkelanjutan. Festival ini menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi tersebut sekaligus memperkuat jejaring antar pelaku wisata alam di Indonesia,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan Indonesia Mountain Tourism Festival 2026, APGI berharap dapat memperkuat promosi wisata gunung Indonesia di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus mendorong sinergi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan pariwisata alam yang berkelanjutan.

Untuk diketahui, Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) merupakan organisasi profesi yang berfokus pada pengembangan kompetensi pemandu gunung, peningkatan standar keselamatan wisata alam, konservasi lingkungan, serta penguatan ekosistem wisata gunung berkelanjutan di Indonesia.

Post Comment