Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Bantah Pelemahan Dipicu Fiskal Pemerintah

Breaking

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Bantah Pelemahan Dipicu Fiskal Pemerintah

SATYABERITA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Mata uang Garuda bahkan menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS, memicu perhatian pelaku pasar dan publik.

Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 09.36 WIB rupiah berada di posisi Rp18.026 per dolar AS, melemah 0,33 persen atau sekitar 60 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan ini melanjutkan tren negatif sehari sebelumnya. Pada penutupan perdagangan Rabu (3/6), rupiah tercatat melemah 0,71 persen atau 125,50 poin ke level Rp17.966 per dolar AS.

Di tengah tekanan terhadap rupiah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan yang menyebut pelemahan mata uang nasional dipicu oleh kondisi fiskal pemerintah yang buruk.

Menurutnya, tudingan bahwa kebijakan fiskal pemerintah dilakukan secara sembarangan atau tidak terkendali tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

“Banyak yang bilang (rupiah melemah) gara-gara (kebijakan) fiskalnya berantakan. Kalau ada isu pemerintah kebijakannya ngawur, fiskalnya ugal-ugalan, enggak begitu,” kata Purbaya di kompleks DPR/MPR, Jakarta, Rabu (3/6).

Purbaya menegaskan, kondisi fiskal Indonesia saat ini justru menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun lalu. Salah satu indikatornya terlihat dari peningkatan kinerja penerimaan pajak pada 2026.

Ia menyebut pertumbuhan penerimaan pajak tersebut menjadi bukti bahwa reformasi perpajakan yang dijalankan pemerintah mulai membuahkan hasil dan memberikan dampak positif terhadap keuangan negara.

Meski demikian, tekanan terhadap rupiah masih menjadi perhatian pasar, terutama di tengah dinamika ekonomi global dan penguatan dolar AS yang terus berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

Post Comment