Raker Perdana IKKB 2026 Fokus Bangun Database dan Siapkan Program untuk Kemajuan Kalimantan Barat

Breaking

Raker Perdana IKKB 2026 Fokus Bangun Database dan Siapkan Program untuk Kemajuan Kalimantan Barat

SATYABERITA – Ikatan Keluarga Kalimantan Barat (IKKB) menggelar Rapat Kerja (Raker) Pertama Tahun 2026 di Hotel Tavia, Jakarta, Sabtu (18/7/2026).

Raker yang diikuti 75 peserta tersebut menjadi momentum penyusunan arah kebijakan organisasi, mulai dari pendataan diaspora Kalimantan Barat di wilayah Sejabodetabek hingga perumusan program kerja yang akan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Ketua Panitia Raker Pertama IKKB 2026, Liana Yanis Chaniago, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan yang mendapat dukungan penuh dari peserta, pengurus, dan anggota IKKB di wilayah Sejabodetabek.

“Alhamdulillah, perjalanan raker ini luar biasa. Dukungan dari seluruh peserta maupun pengurus dan anggota IKKB sangat besar. Kami sebagai panitia merasa puas karena seluruh tim bekerja dengan sangat baik sehingga raker pertama tahun ini dapat terlaksana dengan lancar,” ujar Liana, di lokasi Raker Hotel Tavia.

Menurutnya, salah satu fokus utama hasil raker adalah penyusunan database diaspora Kalimantan Barat yang berada di wilayah Sejabodetabek. Pendataan tersebut dinilai penting sebagai dasar dalam menyusun berbagai program kerja organisasi, baik untuk mendukung pembangunan di daerah maupun kegiatan di tingkat pusat.

“Setelah database tersedia, kami akan menentukan program-program yang akan dijalankan. Selanjutnya kami akan memetakan kebutuhan organisasi agar seluruh program kerja dapat dilaksanakan secara optimal,” katanya.

Liana berharap seluruh pembahasan dalam raker dapat diselesaikan pada hari yang sama sehingga menjadi pijakan bagi organisasi dalam menjalankan program ke depan.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya terhadap putra-putri Kalimantan Barat yang telah berkiprah di tingkat nasional. Salah satunya adalah tokoh Kalimantan Barat, Usman Sabta, yang menurutnya memberikan semangat dan arahan bagi organisasi meski tidak dapat hadir karena sedang berada di luar daerah.

“Semangat dan arahan beliau menjadi motivasi bagi seluruh panitia dan peserta raker untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita membangun Kalimantan Barat agar lebih maju,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Liana menyoroti pentingnya kolaborasi diaspora Kalimantan Barat dalam meningkatkan pembangunan daerah. Ia mengungkapkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat saat ini masih berada pada peringkat ke-29 secara nasional.

Karena itu, IKKB berkomitmen menjadikan hasil raker sebagai langkah nyata untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program yang melibatkan masyarakat Kalimantan Barat di perantauan.

“Kami berharap kolaborasi diaspora Kalimantan Barat di Sejabodetabek dapat memberikan kontribusi nyata agar daerah kita semakin maju,” ujarnya.

Selain pembangunan sumber daya manusia, IKKB juga menempatkan pengembangan budaya sebagai salah satu program prioritas. Organisasi menilai Kalimantan Barat memiliki banyak generasi muda berprestasi di bidang seni, budaya, dan olahraga yang perlu mendapatkan ruang pengembangan.

Sebagai bagian dari pelestarian budaya, IKKB kata Liana, berencana menggagas Festival Katulistiwa, sebuah agenda yang mengangkat seni, budaya, dan olahraga khas Kalimantan Barat.

“Kalimantan Barat berada tepat di garis khatulistiwa dan berbatasan dengan Malaysia serta Brunei Darussalam. Potensi ini harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan budaya daerah melalui Festival Katulistiwa,” jelasnya.

Untuk diketahui, raker perdana IKKB diikuti sebanyak 75 peserta yang terbagi dalam tiga komisi, yakni Komisi I bidang Anggaran Dasar, Komisi II bidang Program Kerja, dan Komisi III bidang Rekomendasi.

Seluruh hasil pembahasan nantinya akan dirumuskan oleh tim khusus sebelum disampaikan kepada Gubernur Kalimantan Barat sebagai bentuk kontribusi organisasi terhadap pembangunan daerah.

“Kami akan membentuk tim khusus untuk menyusun hasil program kerja sebaik mungkin, kemudian menyerahkannya kepada Bapak Gubernur Kalimantan Barat sebagai bentuk kontribusi organisasi bagi kemajuan daerah,” kata Liana.

Ia optimistis Kalimantan Barat memiliki modal besar untuk berkembang karena kekayaan keberagaman masyarakatnya yang terdiri dari etnis Melayu, Tionghoa, dan Dayak.

“Keberagaman ini menjadi kekuatan utama untuk bersama-sama membangun daerah dan membesarkan budaya Kalimantan Barat. Kalau daerah lain bisa maju, mengapa Kalimantan Barat tidak bisa maju,” tutupnya.

Post Comment