DPRD DKI Dukung Jakarta Jadi Kota Sinema, Perkuat Ekosistem Industri Film

SATYABERITA – Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin menerima audiensi Badan Perfilman Indonesia (BPI) di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (16/7).
Pertemuan tersebut membahas kesiapan Jakarta mewujudkan visi sebagai cinema city sekaligus memperkuat ekosistem industri perfilman di Ibu Kota.
Suhud mengatakan, pengembangan industri film menjadi bagian penting dalam transformasi Jakarta menuju kota global.
Menurutnya, rencana menjadikan Jakarta sebagai kota sinema sejalan dengan program yang telah dicanangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Hari ini saya kedatangan tamu dari Badan Perfilman Indonesia. Kami membahas bagaimana kesiapan Jakarta untuk menjadi kota sinema,” ujar Suhud.
Berdasarkan paparan BPI, Jakarta merupakan daerah dengan jumlah penonton film Indonesia terbesar.
Karena itu, penguatan ekosistem perfilman dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan industri kreatif sekaligus memperkuat kebudayaan modern, terutama menjelang peringatan lima abad Jakarta.
“Film menjelaskan kehidupan sosial dan menjadi contoh bagi masyarakat,” katanya.
Suhud menegaskan, pengembangan industri perfilman juga akan membuka ruang kreativitas dan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat.
DPRD DKI, lanjutnya, siap mendukung kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan BPI sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global.
Sementara itu, Ketua Umum BPI Fauzan Zidni menyambut baik peluncuran Jakarta Film Commission sebagai langkah strategis memperkuat industri perfilman di Ibu Kota.
Menurut Fauzan, Jakarta Film Commission menawarkan berbagai insentif bagi pelaku industri, mulai dari pengembalian pajak tontonan hingga 50 persen, potongan biaya penggunaan lokasi syuting di aset milik Pemprov DKI Jakarta, serta berbagai bentuk dukungan lainnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa BPI telah berkomunikasi dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno untuk menjadi mitra strategis dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota sinema menjelang perayaan lima abad Jakarta.
“Kami juga meminta DPRD DKI membantu memfasilitasi kerja sama yang akan dijalankan antara Pemprov DKI Jakarta dan Badan Perfilman Indonesia,” ujar Fauzan.
Post Comment