Gubernur Pramono Persilakan Keluarga Bocah Korban Lubang Proyek Tempuh Jalur Hukum

Breaking

Gubernur Pramono Persilakan Keluarga Bocah Korban Lubang Proyek Tempuh Jalur Hukum

SATYABERITA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempersilakan keluarga bocah berinisial I (4), yang meninggal dunia setelah terperosok ke lubang proyek di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, untuk menempuh jalur hukum. Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menghormati setiap langkah yang akan diambil keluarga korban.

“Kalau kemudian keluarga melakukan penuntutan, kami persilakan karena memang kejadian itu betul-betul di luar dugaan,” ujar Pramono di Kota Tua, Jakarta Barat.

Pramono mengatakan Pemprov DKI telah bergerak sejak awal menerima laporan insiden tersebut. Ia mengaku langsung menginstruksikan camat, lurah, dan jajaran terkait untuk mendampingi keluarga korban hingga proses pemakaman.

Selain pendampingan, Pemprov DKI juga menanggung seluruh kebutuhan keluarga korban, baik saat penanganan maupun setelah kejadian.

“Pemprov DKI Jakarta merasa berduka dan kehilangan. Saya malam itu juga memerintahkan agar keluarga mendapat dukungan sepenuhnya, termasuk seluruh kebutuhannya ditanggung oleh Pemerintah DKI Jakarta,” katanya.

Pramono menjelaskan lokasi kejadian merupakan proyek pembangunan taman yang diinisiasi Pemprov DKI Jakarta melalui skema corporate social responsibility (CSR). Saat kejadian, korban diketahui sedang menemani ibunya berjualan teh di kawasan Manggarai sebelum masuk ke area proyek yang seharusnya tertutup.

Sebelumnya, bocah berusia empat tahun itu terjatuh ke dalam lubang proyek sedalam sekitar 3,7 meter pada Sabtu (27/6) sekitar pukul 23.40 WIB. Korban terjebak selama hampir empat jam sebelum berhasil dievakuasi, namun nyawanya tidak tertolong setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Kapolsek Tebet AKP Ischak mengatakan korban terperosok saat bermain bersama teman-temannya di sekitar lokasi proyek. Lubang tersebut memiliki kedalaman sekitar 3,5 hingga 4 meter dengan diameter sekitar 30 x 30 sentimeter.

Proses evakuasi sempat mengalami kendala karena ukuran lubang yang sangat sempit. Petugas bahkan mencoba menurunkan personel bertubuh kecil untuk menjangkau korban, namun upaya tersebut tidak berhasil lantaran kondisi ruang yang terbatas dan minimnya relawan yang bersedia masuk ke dalam lubang.

Post Comment