PM Baru Irak Tangkap 47 Pejabat dan Anggota DPR dalam Operasi Besar Anti-Korupsi

Breaking

PM Baru Irak Tangkap 47 Pejabat dan Anggota DPR dalam Operasi Besar Anti-Korupsi

SATYABERITA – Pemerintah Irak menangkap 47 pejabat dalam operasi besar pemberantasan korupsi yang dipimpin Perdana Menteri baru, Ali al-Zaidi. Operasi yang berlangsung sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi itu menyasar sejumlah pejabat aktif, mantan pejabat, anggota parlemen, hingga pengusaha.

Media pemerintah Iraqi News Agency (INA) melaporkan para tersangka ditangkap atas dugaan tindak pidana korupsi. Di antara mereka terdapat anggota parlemen serta pejabat dari Kementerian Perminyakan.

Komisi Integritas Irak menyebut operasi dilakukan di Baghdad setelah proses pemantauan yang berlangsung secara intensif. Sementara itu, televisi Rudaw melaporkan aparat keamanan turut menggerebek kawasan Zona Hijau, pusat pemerintahan yang menjadi lokasi berbagai kementerian dan kantor penting.

Ali al-Zaidi, yang terpilih sebagai Perdana Menteri pada April lalu, menjadikan pemberantasan korupsi sebagai salah satu prioritas utama pemerintahannya. Korupsi telah lama menjadi persoalan serius di Irak dan menjadi janji yang belum berhasil diwujudkan oleh pemerintahan sebelumnya.

Lembaga Transparency International bahkan masih menempatkan Irak sebagai salah satu negara dengan tingkat korupsi tertinggi di dunia, dengan berada di peringkat 136 dari 182 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi.

Rekaman video yang beredar di Telegram memperlihatkan kendaraan lapis baja dan pasukan keamanan memasuki sejumlah kompleks di Zona Hijau selama operasi berlangsung.

Seorang diplomat di Baghdad mengatakan kepada AFP, Senin (29/6/2026), operasi tersebut juga dinilai sebagai bagian dari persiapan kunjungan ke Washington untuk menunjukkan komitmen pemerintah baru terhadap agenda reformasi dan pemberantasan korupsi.

Operasi ini berlangsung bertepatan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, ke Baghdad. Dalam lawatannya, Araghchi menyatakan Teheran siap memperluas kerja sama dengan pemerintahan baru Irak di berbagai sektor.

Post Comment