Amir Hamzah: Tudingan Dasco Intervensi Muktamar NU Tak Berdasar

Amir Hamzah: Tudingan Dasco Intervensi Muktamar NU Tak Berdasar

SATYABERITA – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) akan digelar pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Forum tersebut akan membahas arah kebijakan organisasi sekaligus memilih jajaran pimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Menjelang pelaksanaan Muktamar, muncul sejumlah narasi terkait bakal calon Ketua Umum PBNU, termasuk isu yang mengaitkan Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, dengan dinamika internal Muktamar NU.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai tudingan tersebut tidak memiliki dasar kuat. Ia menyebut narasi yang mengaitkan Dasco dengan intervensi terhadap Muktamar NU berpotensi menjadi upaya pembusukan terhadap politikus Partai Gerindra tersebut.

“Mengaitkan Dasco dengan Muktamar NU sangat tidak berdasar,” kata Amir dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (24/8/2026).

Menurut Amir, informasi yang beredar melalui pesan berantai di media sosial harus dibedakan antara fakta, opini, dugaan, dan narasi politik. Jika memang ada tudingan keterlibatan Dasco, ia meminta pihak yang menyebarkannya menunjukkan bukti konkret.

Amir juga menilai dinamika Muktamar NU sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme internal organisasi. Menurutnya, posisi Dasco sebagai pimpinan DPR lebih berkaitan dengan tugas legislasi, pengawasan, serta menyerap aspirasi masyarakat.

Ia mendorong agar energi politik diarahkan pada penguatan kerja DPR, termasuk mendukung pembahasan berbagai agenda legislasi penting. Salah satunya adalah RUU Perampasan Aset yang ditargetkan dapat diselesaikan sebelum akhir 2026.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga telah mendorong percepatan pembahasan RUU tersebut. Amir menilai regulasi itu penting untuk memperkuat pemberantasan korupsi sekaligus memastikan aset hasil tindak pidana dapat dipulihkan dan dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat.

Ia menegaskan polemik mengenai dugaan keterlibatan Dasco dalam Muktamar NU jangan sampai mengalihkan perhatian dari agenda legislasi yang lebih substantif.

“Dinamika Muktamar NU biarlah diselesaikan melalui mekanisme organisasi, sementara Dasco fokus menjalankan tugas kedewanan,” ujar Amir.

Amir berharap masyarakat lebih kritis terhadap informasi politik yang beredar, khususnya tudingan terhadap tokoh publik tanpa bukti yang dapat diverifikasi. Menurutnya, persaingan politik dalam demokrasi merupakan hal wajar, tetapi tidak seharusnya dilakukan melalui penyebaran narasi yang tidak memiliki dasar.

Muktamar ke-35 NU sendiri akan diikuti ribuan peserta dari berbagai wilayah, cabang, serta pengurus istimewa NU di luar negeri. Forum tersebut menjadi momentum penting untuk menentukan arah organisasi NU pada masa khidmat berikutnya.

Post Comment