Pengamat: Indonesia Perlu Tegas, Perang Iran-Amerika Jangan Jadi Alat Kepentingan

SATYABERITA – Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai Indonesia perlu tetap tegas dan mengedepankan diplomasi di tengah meningkatnya ketegangan Iran dan Amerika Serikat.
Menurut Amir, langkah Presiden Prabowo Subianto dalam forum internasional dinilai menunjukkan posisi Indonesia yang berupaya mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi, bukan konfrontasi militer.
Amir juga menilai ketegangan Iran-Amerika tidak bisa dilepaskan dari kepentingan geopolitik dan ekonomi Amerika Serikat. Ia menduga isu konflik dan ancaman perang dapat digunakan untuk mengalihkan perhatian publik dari persoalan ekonomi domestik.
“Amerika sebenarnya sedang menghadapi persoalan ekonomi. Karena itu, konflik dan ancaman perang bisa menjadi cara untuk mengalihkan perhatian dari masalah internal,” ujar Amir, Jumat (22/8/2026).
Sementara itu, terkait klaim Iran memiliki senjata nuklir dan kemampuan rudal canggih, Amir meminta informasi tersebut dilihat secara kritis. Menurutnya, hingga kini isu mengenai kepemilikan senjata nuklir Iran masih menjadi perdebatan internasional.
Ia membandingkan situasi tersebut dengan tuduhan kepemilikan senjata pemusnah massal terhadap Irak yang pernah digunakan sebagai salah satu alasan Amerika Serikat melakukan intervensi.
“Wacana nuklir Iran yang dibesarkan Amerika itu beda-beda tipis dengan dulu ketika George Bush mengkampanyekan nuklir Irak. Padahal Irak tidak punya apa-apa. Itu bisa menjadi alasan untuk mendapatkan dukungan dunia melakukan intervensi,” katanya.
Amir menilai Iran juga memahami pola tersebut. Karena itu, menurut dia, pernyataan mengenai kemampuan nuklir dan kekuatan militernya dapat menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan posisi tawar sekaligus mencegah serangan langsung.
Ia menambahkan, perkembangan konflik Iran-Amerika tetap perlu dicermati karena eskalasi militer di kawasan Timur Tengah berpotensi berdampak lebih luas terhadap stabilitas global, termasuk kepentingan ekonomi dan keamanan negara-negara lain.
Bagi Indonesia, Amir menekankan pentingnya mempertahankan politik luar negeri yang aktif serta mendorong penyelesaian konflik melalui diplomasi dan hukum internasional.
Post Comment