Pemprov DKI Turunkan 2.671 Substrat Karang di Kepulauan Seribu
SATYABERITA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) menurunkan sebanyak 2.671 unit substrat karang di Pulau Lancang, Pulau Pari, Pulau Tidung, dan Pulau Payung, Kepulauan Seribu.
Kegiatan ini menjadi bagian dari Aksi Konservasi dan Rehabilitasi Pesisir Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026. Program tersebut sekaligus menjadi agenda utama dalam peringatan World Ocean Day, Coral Triangle Day, dan HUT ke-499 Kota Jakarta.
Aksi transplantasi karang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kelompok Daerah Perlindungan Laut Berbasis Masyarakat, komunitas lingkungan, NGO/LSM, akademisi, hingga peserta Coral Triangle Day.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, mengatakan rehabilitasi terumbu karang merupakan salah satu dari tiga program prioritas Pemprov DKI Jakarta dalam upaya menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut.
“Terumbu karang adalah hutan hujan tropis di laut. Tanpa karang, tidak ada ikan. Tanpa ikan, tidak ada nelayan. Hari ini kita menurunkan 2.671 unit substrat karang di empat pulau di Kepulauan Seribu. Angka ini menjadi simbol tahun kita bergerak menuju era baru,” kata Hasudungan, Selasa (23/6).
Menurutnya, program rehabilitasi terumbu karang tidak hanya bertujuan memulihkan ekosistem laut, tetapi juga mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan, meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta mendorong pertumbuhan pariwisata bahari.
Pemprov DKI Jakarta menargetkan pemulihan terumbu karang seluas lima hektare pada tahun 2030 sebagai bagian dari komitmen menjaga kesehatan laut dan kawasan pesisir Jakarta.
“Pemulihan terumbu karang akan memberikan manfaat ekologis sekaligus meningkatkan produktivitas sektor perikanan dan pariwisata bahari,” ujarnya.
Hasudungan menegaskan, Aksi Konservasi dan Rehabilitasi Pesisir menjadi wujud nyata semangat ‘Bergerak Menuju Era Baru Jakarta’, di mana pembangunan dan keberlanjutan lingkungan berjalan beriringan.
“Era baru Jakarta adalah era ketika ekonomi biru tumbuh, nelayan semakin sejahtera, dan laut kita tetap sehat,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga ekosistem laut, mulai dari mengawasi kawasan konservasi perairan hingga merawat terumbu karang yang telah ditanam.
“Karena menjaga laut berarti menjaga Jakarta. Dari pesisir, kita bergerak menuju Jakarta yang lebih biru, lestari, dan sejahtera,” tutupnya.



Post Comment