Jelang HUT ke-81 RI, BAMUS Betawi Gandeng Polda Metro Jaya Jaga Jakarta Tetap Aman dan Kondusif

Breaking

Jelang HUT ke-81 RI, BAMUS Betawi Gandeng Polda Metro Jaya Jaga Jakarta Tetap Aman dan Kondusif

SATYABERITA – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Badan Musyawarah (BAMUS) Betawi memperkuat sinergi dengan Polda Metro Jaya guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Ibu Kota tetap aman, damai, dan kondusif.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan jajaran pengurus inti BAMUS Betawi yang dipimpin Ketua Umum H. Riano P. Ahmad ke Polda Metro Jaya pada Selasa (4/8/2026).

Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dengan aparat keamanan dalam menciptakan suasana yang kondusif menjelang perayaan kemerdekaan.

Wakil Ketua Umum I BAMUS Betawi, Munir Arsad, menegaskan bahwa pertemuan tersebut murni bertujuan memperkuat koordinasi terkait keamanan dan stabilitas Jakarta, tanpa muatan politik.

“Kami hadir sebagai mitra pemerintah dan aparat keamanan untuk memastikan Jakarta tetap aman, damai, dan kondusif. Menjelang HUT ke-81 RI, seluruh elemen masyarakat harus bersatu menjaga suasana yang sejuk,” ujar Munir, Selasa (4/8/2026).

Menurut Munir, BAMUS Betawi memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan masyarakat Betawi sekaligus berkontribusi dalam menciptakan stabilitas di Ibu Kota. Hal itu sejalan dengan semangat organisasi yang telah dibangun dan dijaga oleh para tokoh Betawi dari generasi ke generasi.

Ia menyebut BAMUS Betawi telah dipimpin sejumlah tokoh besar, mulai dari Effendi Yusuf sebagai ketua pertama, kemudian HM Sanif, Eddie M. Nalapraya, Abdul Syukur, Fauzi Bowo, Nachrowi Ramli, Djan Faridz, Zainuddin, Abraham Lunggana (Haji Lulung), hingga kini dipimpin H. Riano P. Ahmad bersama para sesepuh Betawi.

Munir juga menegaskan bahwa berdasarkan hasil Musyawarah Besar (MUBES) BAMUS Betawi Tahun 2023, kepemimpinan H. Riano P. Ahmad memiliki legitimasi penuh sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), termasuk kewenangan dalam pengangkatan maupun pergantian pengurus.

Karena itu, menurutnya, setiap dinamika yang terjadi di internal organisasi sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme musyawarah dan mufakat demi menjaga marwah organisasi, bukan melalui polemik di ruang publik.

Selain itu, lanjut Munir, terdapat aspirasi dari sejumlah organisasi masyarakat agar dilakukan penataan organisasi terhadap pihak-pihak yang dinilai tidak lagi sejalan dengan visi perjuangan BAMUS Betawi. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga soliditas organisasi serta menghormati perjuangan para pendiri.

Saat ini, sekitar 74 organisasi masyarakat Betawi aktif bernaung di bawah BAMUS Betawi dan diharapkan terus menjaga kekompakan sebagai rumah besar masyarakat Betawi.

Dalam kesempatan tersebut, BAMUS Betawi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno yang dinilai memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya Betawi serta pemberdayaan masyarakat melalui ruang dialog yang terbuka.

Menanggapi berbagai isu keamanan yang berkembang belakangan ini, Munir mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya maupun provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan.

“Koordinasi dengan Polda Metro Jaya merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan melalui kolaborasi antara aparat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga,” kata Munir.

Lebih lanjut Munir mengatakan, BAMUS Betawi mengajak seluruh masyarakat Jakarta menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia dengan semangat persatuan, menjaga fasilitas umum, serta bersama-sama merawat Jakarta sebagai rumah bersama.

“Mari kita bersama-sama menjaga Jakarta. Insya Allah Jakarta akan tetap aman, damai, nyaman, dan menjadi rumah bersama bagi seluruh warga. Bersama BAMUS Betawi, mari kita jaga persatuan dan keberkahan untuk Jakarta,” tutup Munir Arsad.

Post Comment