Jumat Barokah: Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan JIC Ungkap 7 Waktu Mustajab untuk Berdoa

Breaking

Jumat Barokah: Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan JIC Ungkap 7 Waktu Mustajab untuk Berdoa

SATYABERITA – Berdoa merupakan salah satu ibadah yang paling dicintai Allah SWT. Selain menjadi sarana seorang hamba untuk memohon pertolongan, doa juga mencerminkan keimanan dan ketergantungan penuh kepada Sang Pencipta.

Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan Jakarta Islamic Centre (JIC), Dr. Ir. H. Rasyidi HY, SH., SH.I., MM., MA., CPA, C.Med, menjelaskan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa berdoa dalam setiap keadaan. Bahkan, Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Mu’min ayat 60:

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.”

Menurutnya, meskipun doa dapat dipanjatkan kapan saja, terdapat sejumlah waktu yang memiliki keutamaan dan peluang lebih besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.

  1. Antara Adzan dan Iqamah

Waktu jeda antara adzan dan iqamah termasuk salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda:

“Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak.” (HR. Tirmidzi)

  1. Hari Jumat

Hari Jumat memiliki keistimewaan tersendiri. Dalam hadis riwayat Abu Hurairah disebutkan bahwa terdapat satu waktu pada hari Jumat ketika doa seorang Muslim yang sedang beribadah akan dikabulkan oleh Allah SWT.

  1. Hari Arafah

Tanggal 9 Dzulhijjah atau Hari Arafah menjadi momen istimewa untuk memperbanyak doa. Tidak hanya bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah, tetapi juga bagi seluruh umat Islam di berbagai penjuru dunia.

  1. Saat Berpuasa Menjelang Berbuka

Orang yang berpuasa memiliki keutamaan tersendiri dalam berdoa. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa doa orang yang berpuasa, terutama menjelang berbuka, termasuk doa yang tidak tertolak.

  1. Saat Turun Hujan

Hujan merupakan salah satu bentuk rahmat dan nikmat Allah SWT. Karena itu, umat Islam dianjurkan memanfaatkan momen turunnya hujan untuk memperbanyak doa dan memohon kebaikan kepada Allah SWT.

  1. Malam Lailatul Qadar

Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan doa. Rasulullah SAW mengajarkan doa yang dapat dibaca saat Lailatul Qadar:

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku.”

  1. Sepertiga Malam Terakhir

Sepertiga malam terakhir merupakan waktu yang sangat istimewa untuk bermunajat kepada Allah SWT. Dalam hadis riwayat Ahmad dan Muslim disebutkan bahwa pada waktu tersebut Allah mengabulkan doa hamba-Nya yang memohon kebaikan dunia maupun akhirat.

Dr. Rasyidi mengajak umat Islam untuk memanfaatkan waktu-waktu mustajab tersebut dengan memperbanyak doa, dzikir, dan ibadah. Menurutnya, selain sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT, doa juga menjadi sumber ketenangan dan harapan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

“Jangan pernah lelah berdoa. Allah SWT selalu mendengar setiap permohonan hamba-Nya, terlebih ketika dipanjatkan pada waktu-waktu yang memiliki keutamaan,” ujarnya.

Post Comment