Jakarta di Usia Ke-499, Eki Pitung: Belum Capai Standar Kota Global yang Berbudaya

SATYABERITA – Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, Eki Pitung, menyampaikan ucapan selamat atas Hari Ulang Tahun Kota Jakarta ke-499 yang diperingati pada 22 Juni 2026.
Dalam pernyataannya, Eki Pitung menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Menurutnya, berbagai masalah klasik perkotaan masih membayangi kehidupan masyarakat Jakarta. Di antaranya adalah kualitas udara yang masih buruk dan kerap melebihi baku mutu nasional sehingga berdampak pada kesehatan warga.
Selain itu, ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta dinilai belum ideal dan belum mencapai standar kota global. Persoalan hunian layak juga masih menjadi tantangan besar, terutama di kawasan padat penduduk yang rentan terhadap risiko kebakaran. Dalam beberapa waktu terakhir, kasus kebakaran di wilayah permukiman padat masih kerap terjadi.
Eki Pitung juga menyoroti sulitnya akses masyarakat terhadap air bersih. Ia menilai persoalan tersebut masih belum terselesaikan secara optimal, sementara warga terus menghadapi berbagai kendala dalam memperoleh layanan air bersih yang memadai.
Di sisi lain, ia menyebut isu penggusuran paksa masih menjadi kekhawatiran sebagian warga Jakarta. Persoalan pengelolaan sampah juga dinilai memerlukan perhatian serius, terutama terkait kondisi tempat pembuangan akhir di kawasan Bantar Gebang yang terus menampung volume sampah dalam jumlah besar.
“Jakarta hingga saat ini masih terjebak pada persoalan klasik seperti banjir dan kemacetan yang belum tuntas. Ditambah lagi dengan masalah sosial dan kemiskinan perkotaan yang semakin berat seiring meningkatnya biaya hidup masyarakat,” ujar Eki Pitung.
Ia berharap pembangunan Jakarta ke depan tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan estetika kota, tetapi juga memberikan perhatian lebih besar terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Menurutnya, sektor pendidikan, ketenagakerjaan, ekonomi, dan kesehatan perlu menjadi prioritas utama agar kualitas hidup warga Jakarta semakin meningkat.
Pada bagian lain, Eki Pitung turut mengapresiasi langkah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang dinilainya telah menunjukkan komitmen dalam menjaga dan mengembangkan budaya Betawi sebagai budaya utama di Jakarta.
Ia menilai berbagai kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama ini telah menghadirkan nuansa budaya Betawi. Selain itu, upaya gubernur dalam membangun komunikasi dan silaturahmi dengan tokoh-tokoh Betawi juga dianggap sebagai langkah positif.
Meski demikian, Eki Pitung mengaku prihatin terhadap munculnya sentimen negatif yang masih berkembang di kalangan sebagian tokoh dan kelompok masyarakat Betawi. Menurutnya, kondisi perpecahan yang masih terjadi di tengah komunitas Betawi tidak boleh terus dipelihara.
“Politik Pilkada sudah selesai sejak dua tahun lalu. Semua warga negara memiliki hak yang sama untuk bersama-sama membangun Jakarta sebagai kota yang berbudaya,” tegasnya.
Eki Pitung berharap hubungan antara masyarakat Betawi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta semakin kuat dalam menjaga dan membangun ibu kota.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan demi mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada budaya lokal.
Menurutnya, menjelang peringatan 500 tahun atau lima abad Kota Jakarta pada 2027 mendatang, berbagai konflik dan perbedaan yang terjadi di tengah masyarakat Betawi perlu segera diselesaikan agar suasana damai dan harmonis dapat terus terjaga.
“Harapan saya, persatuan dan kesatuan kaum Betawi bersama Pemerintah DKI Jakarta semakin kokoh dalam menjaga Jakarta. Mari kita wujudkan Jakarta sebagai kota global yang berbudaya,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Eki Pitung menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Kota Jakarta yang ke-499.
“Selamat Ulang Tahun Kota Jakarta ke-499. Betawi Bermartabat, Jakarta Hebat, Indonesia Maju dan Kuat.” pungkasnya.
Post Comment