Amir Hamzah Ingatkan Prabowo Waspadai Perang Asimetris di Tengah Gejolak Eropa

SATYABERITA – Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar mewaspadai dampak gejolak geopolitik di sejumlah negara Eropa terhadap stabilitas nasional Indonesia.
Ia menilai, ancaman terhadap suatu negara tidak hanya datang melalui perang bersenjata, tetapi juga dapat berbentuk perang asimetris yang menyasar ketahanan negara dari dalam.
Menurut Amir, pemerintah perlu memperkuat berbagai instrumen pertahanan dan keamanan nasional agar dinamika konflik global tidak berkembang menjadi ancaman bagi Indonesia.
“Pertama-tama, dalam menghadapi masalah global, khususnya geopolitik, Presiden harus berusaha agar apa yang terjadi di negara-negara Eropa tidak berimbas ke negara kita,” ujar Amir Hamzah, Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, perang pada era saat ini tidak selalu menggunakan senjata konvensional. Salah satu bentuk ancaman yang perlu diantisipasi adalah perang asimetris, yakni upaya melemahkan suatu negara melalui berbagai cara di luar serangan militer secara langsung.
Amir mencontohkan, ancaman tersebut dapat berupa sabotase maupun upaya merekrut warga negara sendiri untuk melakukan tindakan yang merugikan kepentingan nasional.
“Perang asimetris itu bagaimana merusak suatu negara tidak dengan serangan bersenjata, tetapi bisa melalui sabotase. Bisa juga dengan merekrut warga negara yang bersangkutan untuk menjadi pengkhianat dan melakukan sabotase dari dalam. Bentuknya bisa macam-macam,” katanya.
Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, Amir menilai penguatan sistem pertahanan dan keamanan nasional perlu menjadi perhatian pemerintah. Upaya itu, menurut dia, tidak hanya melibatkan TNI dan Polri, tetapi juga berbagai elemen masyarakat, termasuk insan pers.
Ia menekankan pentingnya peran media dalam menyajikan informasi secara bertanggung jawab dan turut menjaga stabilitas nasional di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu.
“Harus ada penguatan, supaya semua kekuatan, mulai dari TNI, Polri, sampai wartawan, juga ikut berperan dalam menjaga stabilitas nasional melalui pemberitaan,” jelasnya.
Amir berharap gejolak yang terjadi di sejumlah negara Eropa tidak menjadi alasan untuk memperkeruh situasi di dalam negeri. Ia menegaskan bahwa Indonesia perlu mempertahankan kondisi yang aman dan damai di tengah dinamika global.
“Menjaga perdamaian dan stabilitas nasional sejalan dengan cita-cita bernegara sebagaimana terkandung dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945,” pungkasnya.



Post Comment