Jumat Barokah, Nasihat Dr. Rasyidi HY: Rawat Ukhuwah, Hindari Perpecahan di Era Digital

SATYABERITA – Persaudaraan dan persatuan umat Islam perlu terus dirawat di tengah derasnya arus informasi digital yang berpotensi memicu konflik dan perpecahan. Umat Islam diharapkan mampu menjaga silaturahmi, menghargai perbedaan, serta menyaring informasi sebelum menyebarkannya.
Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan Jakarta Islamic Centre (JIC), Dr. Ir. H. Rasyidi HY, menegaskan bahwa Islam mengajarkan kehidupan yang damai, aman, tenteram, dan harmonis. Nilai tersebut diwujudkan melalui sikap saling menghormati, berlaku adil, serta menjaga hubungan baik antarsesama.
Menurut Dr. Rasyidi HY, Al-Qur’an secara tegas mengingatkan pentingnya persaudaraan. Dalam QS Al-Hujurat ayat 10, Allah SWT menyatakan bahwa orang-orang beriman itu bersaudara sehingga harus menjaga dan memperbaiki hubungan di antara mereka.
Pesan serupa terdapat dalam QS Ali Imran ayat 103 yang mengajak umat untuk berpegang teguh pada tali agama Allah dan tidak bercerai-berai. Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa seorang Muslim tidak boleh menzalimi, menelantarkan, ataupun merendahkan saudaranya.
Dr. Rasyidi HY menjelaskan, persaudaraan perlu dibangun melalui tiga bentuk, yakni ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama Muslim, ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan sesama anak bangsa, serta ukhuwah basyariyah atau persaudaraan antarsesama manusia.
Namun, tantangan menjaga persatuan semakin besar di era digital. Perbedaan pandangan keagamaan, sosial, dan politik kerap berkembang menjadi pertentangan, terutama ketika disertai fanatisme kelompok, sikap merasa paling benar, serta penyebaran informasi bohong atau hoaks.
“Ketika sesama umat terus berselisih dan saling merendahkan, wibawa umat akan melemah. Akibatnya, peran umat dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa juga tidak dapat berjalan optimal,” demikian pesan Dr. Rasyidi HY dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).
Untuk menjaga ukhuwah, mantan anggota DPRD DKI periode 2014-2019 ini menekankan pentingnya berpegang teguh pada Al-Qur’an, menghindari fanatisme buta, dan menjadikan perbedaan sebagai sarana untuk memperluas wawasan serta meningkatkan kualitas berpikir.
Selain itu, umat Islam perlu menghargai kelebihan orang lain, mewaspadai upaya adu domba, serta menerapkan prinsip tabayyun atau memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya.
Dr. Rasyidi HY berharap umat Islam terus memperkuat persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan maupun informasi yang belum terverifikasi. Dengan ukhuwah yang kokoh, umat dapat berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan sejahtera.



Post Comment