Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Ditargetkan Rampung 2027

Breaking

Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Ditargetkan Rampung 2027

SATYABERITA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan pembangunan jalan sejajar rel sepanjang 1,7 kilometer di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, rampung pada 2027.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, proyek tersebut merupakan rencana lama yang telah digagas sejak era Gubernur Fauzi Bowo. Kajian pembangunan telah dilakukan pada 2013–2014, namun proses pembebasan lahan sempat terhenti akibat pandemi COVID-19.

“Hari ini saya melakukan pengecekan kembali jalan yang sebenarnya sudah direncanakan sejak zaman Gubernur DKI ke-13 Fauzi Bowo, tetapi sampai hari ini belum terselesaikan,” kata Pramono.

Menurut Pramono, pembebasan lahan saat ini telah mencapai sekitar 70 persen. Dari total kebutuhan 118 bidang tanah seluas sekitar 13.890 meter persegi, sebanyak 65 bidang telah dibebaskan. Ditambah delapan bidang yang dalam proses alih status aset, lahan yang tersedia mencapai 9.744 meter persegi.

Masih terdapat 45 bidang milik warga yang dalam proses penyelesaian. Sebanyak 26 bidang tengah diverifikasi dokumennya di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan, sementara 18 bidang lainnya masih dalam tahap pengumpulan dan pelengkapan dokumen.

“Masih ada 30 persen dan tentunya dengan kehadiran Bapak Kakanwil, kami mengharapkan penyelesaian ini bisa dilakukan di tahun 2026, sehingga jalan ini akan bisa diselesaikan di tahun 2027,” ujar Pramono.

Jalan tersebut nantinya memiliki lebar 18–23 meter dan menghubungkan Jalan Rawajati Timur, Jalan Kemuning Raya hingga Jalan Tanjung Barat Raya di sisi selatan Markas BIN. Pembangunan diharapkan dapat meningkatkan konektivitas sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Pasar Minggu.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menambahkan, pembangunan jalan ini juga akan menghilangkan perlintasan sebidang di Simpang Volvo.

“Setelah ini jalan jadi, Simpang Volvo itu akan ditutup. Jadi tidak ada lagi perlintasan sebidang antara jalan dan kereta api, dan tentunya menghindari juga kecelakaan,” kata Heru.

Post Comment