Dadiyono Dorong Pelestarian Budaya Jadi Fondasi Jakarta Menuju Kota Global

Breaking

Dadiyono Dorong Pelestarian Budaya Jadi Fondasi Jakarta Menuju Kota Global

SATYABERITA – Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Dadiyono, menegaskan pentingnya pelestarian budaya sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada identitas lokal.

Hal tersebut disampaikan Dadiyono saat menghadiri pembukaan Jakarta World Folkfest 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/7). Festival budaya internasional itu diikuti delegasi dari Indonesia, Rumania, Rusia, Filipina, Korea Selatan, Yunani, dan Polandia yang menampilkan beragam kesenian tradisional khas dari negara masing-masing.

Dadiyono mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut karena dinilai menjadi wadah pertukaran budaya sekaligus mempererat hubungan antarbangsa.

“Ini sangat luar biasa,” ujar Dadiyono.

Menurutnya, di tengah upaya Jakarta bertransformasi menjadi kota global, pelestarian Budaya Betawi harus terus menjadi perhatian sebagai identitas dan jati diri ibu kota. Terlebih, Jakarta akan memasuki usia lima abad pada 2027.

“Target Jakarta menjadi kota global yang berbudaya harus benar-benar terwujud,” kata Dadiyono.

Ia berharap penyelenggaraan Jakarta World Folkfest pada tahun-tahun mendatang dapat diikuti lebih banyak negara sehingga semakin memperkuat interaksi dan kolaborasi Jakarta dengan komunitas internasional.

Dadiyono menilai Jakarta memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas diplomatik Indonesia karena menjadi lokasi berbagai kantor perwakilan negara, mulai dari konsulat hingga kedutaan besar.

“Semoga semakin banyak negara yang berpartisipasi dan membuat festival ini lebih meriah,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa Jakarta World Folkfest 2026 bukan sekadar panggung pertunjukan seni dari berbagai negara. Menurutnya, festival tersebut menjadi ruang pertukaran budaya yang memperkuat hubungan antarmasyarakat maupun antarnegara.

“Festival ini menjadi platform pertukaran budaya yang mempertemukan masyarakat melalui pertunjukan, tradisi, dan pengalaman bersama,” ujar Pramono.

Ia menambahkan, Jakarta World Folkfest juga memberikan kesempatan kepada para delegasi internasional untuk mengenal lebih dekat identitas dan transformasi Jakarta melalui kunjungan ke sejumlah kawasan bersejarah, seperti Monumen Nasional (Monas) dan Kota Tua Jakarta.

“Semua ini merupakan bagian dari aspirasi Jakarta untuk menjadi kota global yang berpengaruh dengan fondasi budaya yang kuat,” pungkas Pramono.

Post Comment