Massa Petani dan Nelayan Gelar Aksi Damai, Nyatakan Dukungan terhadap Program Pemerintahan Prabowo

Breaking

Massa Petani dan Nelayan Gelar Aksi Damai, Nyatakan Dukungan terhadap Program Pemerintahan Prabowo

SATYABERITA – Ribuan masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani, nelayan, dan peternak menggelar aksi damai sebagai bentuk dukungan terhadap berbagai program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Aksi damai yang berlangsung di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026) itu berjalan tertib dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Sepanjang aksi berlangsung peserta terlihat membawa spanduk, poster dan bendera organisasi.

Koordinator aksi sekaligus Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengatakan bahwa kebijakan pemerintah saat ini dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat desa, terutama terkait kemudahan akses pupuk, penyediaan bibit, hingga penyerapan hasil panen petani.

Menurut Don, salah satu program yang dirasakan manfaatnya secara langsung adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai turut mendorong penyerapan hasil produksi pertanian di berbagai daerah.

“Persoalan petani hari ini bukan hanya soal penyediaan bibit dan alat pertanian, tetapi juga bagaimana hasil panen mereka dapat terserap dengan baik. Program MBG memberikan dampak terhadap penyerapan hasil panen petani. Ini yang membuat kami para petani di daerah merasa puas dan bangga,” ujar Don, kepada wartawan di sela-sela aksi, Jumat.

Ia juga menyebutkan bahwa saat ini para petani lebih mudah mendapatkan pupuk dibandingkan sebelumnya. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi salah satu alasan kuat masyarakat desa memberikan dukungan kepada Presiden Prabowo.

“Hampir 80 hingga 90 persen masyarakat berprofesi sebagai petani, nelayan, dan peternak. Mereka merasa puas dan bahagia dengan kebijakan yang dijalankan pemerintah saat ini,” katanya.

Don menambahkan, manfaat program MBG tidak hanya dirasakan oleh petani tanaman pangan, tetapi juga sektor peternakan, perkebunan, hingga komoditas hortikultura. Ia mencontohkan sejumlah hasil panen yang sebelumnya sulit dipasarkan kini mulai terserap dengan baik.

“Komoditas seperti kubis yang dulu sering tidak laku, sekarang bisa terserap. Begitu juga hasil peternakan, buah-buahan, dan perkebunan. Program ini benar-benar menyentuh masyarakat desa,” ungkapnya.

Menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan pertemuan dengan pemerintah usai aksi damai tersebut, Don menegaskan bahwa kegiatan yang mereka lakukan bukan untuk menyampaikan tuntutan ataupun melakukan tekanan kepada pemerintah.

“Kami tidak sedang menuntut apa-apa. Ini adalah bentuk dukungan dan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa,” jelasnya.

Don juga membantah anggapan bahwa aksi damai tersebut merupakan bentuk tandingan terhadap aksi mahasiswa yang belakangan berlangsung di sejumlah daerah.

“Kami bukan aksi tandingan. Kami tidak mengecam siapa pun. Kami hanya ingin menyampaikan kepada masyarakat luas, terutama mereka yang mungkin tidak pernah turun ke desa, bahwa masyarakat desa hari ini merasakan manfaat dari berbagai program pemerintah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan mendukung pembangunan nasional tanpa memandang perbedaan politik, organisasi, agama, suku, maupun ras.

“Kita boleh berbeda politik, berbeda organisasi, berbeda agama, berbeda ras dan suku. Tetapi mari kita bersatu demi Indonesia yang lebih baik. Itu pesan kami,” pungkas Don Muzakir. (pot)

Post Comment