Pramono Tegaskan Jakarta Tetap Terbuka bagi Pendatang Usai Lebaran, Tak Ada Operasi Yustisi

SATYABERITA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa Jakarta tetap terbuka bagi para pendatang setelah Lebaran 2026. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan menggelar operasi yustisi maupun penyaringan khusus terhadap warga yang datang ke Ibu Kota.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat ditemui wartawan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Ia menekankan bahwa Jakarta merupakan kota terbuka yang memberikan kesempatan bagi siapa pun untuk datang dan mencari penghidupan.
“Jakarta tetap akan terbuka bagi siapa pun, sehingga saya tidak akan memerintahkan untuk mengadakan yustisi ataupun screening untuk itu,” kata Pramono.
Menurut Pramono, arus urbanisasi setelah Lebaran merupakan fenomena yang selalu terjadi setiap tahun. Oleh karena itu, Pemprov DKI memilih pendekatan yang lebih humanis dengan tetap membuka akses bagi masyarakat yang ingin datang dan bekerja di Jakarta, tanpa melakukan pembatasan yang berlebihan.
Ia juga memastikan peluang kerja di Jakarta masih tersedia bagi masyarakat yang ingin mengadu nasib di Ibu Kota. Berbagai sektor, terutama sektor jasa, perdagangan, dan industri kreatif, masih membutuhkan tenaga kerja baru seiring dengan pemulihan ekonomi dan perkembangan aktivitas perkotaan.
“Ruang untuk bekerja di Jakarta juga terbuka,” ujarnya.
Meski demikian, Pramono mengingatkan masyarakat agar tetap realistis dan berhati-hati melihat kondisi perekonomian global yang sedang tidak stabil. Ia menilai situasi dunia saat ini, yang diwarnai konflik di sejumlah kawasan, dapat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi, termasuk di Indonesia.
“Tetapi memang dalam kondisi dunia yang seperti ini, ketika terjadi perang di mana-mana, Ukraina, Rusia, sekarang di Timur Tengah ada Israel dengan Amerika dan juga dengan Iran, menurut saya kita harus penuh kehati-hatian,” ucapnya.
Pramono menambahkan, ketidakpastian global berpotensi memengaruhi investasi, perdagangan, hingga ketersediaan lapangan kerja di berbagai negara. Karena itu, para pendatang diharapkan datang ke Jakarta dengan perencanaan yang matang, memiliki keterampilan, serta kesiapan untuk bersaing di dunia kerja.
Ia juga mengimbau masyarakat yang ingin merantau ke Jakarta untuk memastikan memiliki tempat tinggal, pekerjaan, atau keterampilan yang jelas sebelum datang. Hal ini penting agar urbanisasi tidak menimbulkan persoalan sosial baru di Ibu Kota.
Adanya kebijakan Jakarta yang tetap terbuka, Pemprov DKI berharap pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja dapat tetap terjaga, sekaligus memastikan kota ini tetap ramah bagi para pendatang yang ingin mencari kehidupan yang lebih baik.
Post Comment