Pramono Sebut RW Kumuh di Jakarta Turun 52 Persen sejak 2017

SATYABERITA – Pramono Anung menyebut jumlah rukun warga (RW) kumuh di Jakarta mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun 2017. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, jumlah RW kumuh pada 2026 tercatat sebanyak 211 RW dari total 2.759 RW di ibu kota.
Angka tersebut turun dibandingkan 2017 yang mencapai 445 RW kumuh. Penurunan itu setara sekitar 52,58 persen.
“Jadi, ada penurunan RW kumuh dari 445 di tahun 2017 menjadi 211 di tahun ini. Penurunannya kurang lebih 52,58 persen. Jadi kalau mau melihat sederhananya begini, dalam satu tahun pemerintahan saya dan lebih dikit lah ya, sekarang ini menjadi 211 RW,” kata Pramono di Balai Kota DKI, Jakarta.
Meski demikian, Pramono mengakui persoalan kawasan kumuh di Jakarta belum sepenuhnya selesai. Ia menilai tantangan penanganan kawasan padat penduduk semakin kompleks seiring pertumbuhan jumlah warga ibu kota.
“Saya tidak mau mengklaim bahwa itu semua adalah hasil dari apa yang kami lakukan, tetapi kalau melihat perkembangan jumlah penduduk bertambah, kemudian persoalan-persoalan lapangannya juga semakin kompleks, ada penurunan hampir 52 persen lebih menurut saya sudah hal yang luar biasa dan saya mensyukuri itu,” ujarnya.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menambahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini memprioritaskan penanganan RW kumuh di wilayah dengan tingkat kepadatan tinggi.
Menurutnya, wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara menjadi fokus utama karena memiliki jumlah RW kumuh terbanyak.
“Di Barat paling banyak dan itu memang di lapangannya hampir semua RW, hampir semua kelurahan saya sudah keliling dari 267, memang beberapa itu di Barat terutama misalnya lah di Tambora dan sebagainya (kumuh) dan kami akan turun untuk itu,” tutur Pramono.
Post Comment