Sumpah Pemuda 2026, Serikat Mahasiswa Paramadina Ajak Massa Gugat 2 Tahun Rezim Prabowo-Gibran

SATYABERITA – Serikat Mahasiswa Universitas Paramadina mengajak mahasiswa, pemuda, buruh, nelayan, masyarakat adat, korban bencana, dan seluruh warga mengikuti aksi massa pada Rabu, 28 Oktober 2026, untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda sekaligus menggugat dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sekretaris Jenderal Serikat Mahasiswa Universitas Paramadina, Adjie Putra Wijaya, menyampaikan bahwa aksi tersebut mengangkat tiga isu utama, yakni ekonomi, ekologi, dan hak asasi manusia (HAM), berlandaskan nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemodernan.
“Dalam isu ekonomi, kami menuntut audit terbuka dan independen terhadap program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih, serta jaminan sosial dan upah layak bagi pekerja informal,” ujar Adjie dalam rilis yang dikeluarkan, Jumat (23/10).
“Selain itu, kami juga akan menyoroti pertumbuhan ekonomi semester I 2026 sebesar 5,45 persen yang dinilai masih jauh dari target 8 persen,” imbuhnya.
Sedangkan pada isu ekologi, Adiljie menyebut pihaknya mendesak transparansi perizinan di hulu daerah aliran sungai, penegakan hukum terhadap korporasi pemegang konsesi yang lahannya terbakar, serta restorasi gambut.
Lebih lanjut Adjie mengatakan, dalam bidang HAM, tuntutan meliputi pencabutan atau revisi UU TNI, pengusutan kekerasan aparat secara independen, dan pembebasan pembela HAM yang dikriminalisasi.
Melalui aksi ini, Serikat Mahasiswa Universitas Paramadina mengajak masyarakat menjadikan momentum Sumpah Pemuda sebagai ruang menyuarakan tuntutan terkait kesejahteraan, kelestarian lingkungan, dan perlindungan HAM.
“Pemuda 1928 berani bersumpah untuk satu Indonesia. Pemuda 2026 harus berani menagih janji. Ini aksi massa, dan kami mengajak siapa pun yang peduli untuk turun dan ikut mengawal,” pungkasnya.



Post Comment