Sugiyanto: Musuh Utama Bangsa Bukan “Londo Ireng”, Melainkan Korupsi dan Penyalahgunaan Kekuasaan

SATYABERITA – Pengamat Kebijakan Publik, Sugiyanto, menilai bahwa tantangan terbesar yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini bukan lagi kolonialisme ataupun perdebatan mengenai istilah “Londo Ireng”. Menurutnya, ancaman nyata justru datang dari penyalahgunaan kekuasaan, praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), keserakahan, kemiskinan, kesenjangan sosial, rendahnya integritas, serta tata kelola keuangan negara yang belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan rakyat.
“Musuh sesungguhnya bangsa Indonesia saat ini bukan lagi kolonialisme atau sekadar perdebatan mengenai istilah ‘Londo Ireng’. Musuh yang nyata adalah penyalahgunaan kekuasaan, praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), keserakahan, kemiskinan, kesenjangan sosial, rendahnya integritas, serta tata kelola keuangan negara yang belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan rakyat,” kata Sugiyanto.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut merupakan tantangan utama yang harus menjadi fokus penyelesaian pemerintah dan seluruh elemen bangsa. Karena itu, energi publik seharusnya diarahkan untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat, bukan terjebak dalam perdebatan mengenai istilah-istilah yang berasal dari konteks sejarah.
Sugiyanto menegaskan bahwa perdebatan mengenai istilah “Londo Ireng” maupun pelabelan seperti pribumi pembelot, pengkhianat, atau pendukung penjajah tidak akan memberikan dampak nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan bangsa apabila tidak disertai upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan.
Ia menjelaskan, apabila istilah “Londo Ireng” dimaknai sebagai pribumi yang berkhianat dan berpihak kepada penjajah pada masa lalu, maka dalam konteks Indonesia saat ini makna tersebut lebih tepat diarahkan kepada pihak-pihak yang mengkhianati kepentingan bangsa dan rakyat.
“Yang layak disebut mengkhianati bangsa saat ini adalah para koruptor, pemimpin dan pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan, serta para konglomerat hitam yang merampas hak-hak rakyat dan mengeksploitasi kekayaan negara demi kepentingan pribadi atau kelompok,” ujarnya.
Menurut Sugiyanto, upaya memberantas korupsi, memperkuat integritas penyelenggara negara, mengurangi kesenjangan sosial, serta memastikan pengelolaan keuangan negara berjalan secara akuntabel merupakan agenda yang jauh lebih penting untuk diwujudkan demi masa depan Indonesia.
Post Comment