SEMA Universitas Paramadina Akan Gelar Aksi, Desak Pemerintah Tangani Krisis Ekologis

Breaking

SEMA Universitas Paramadina Akan Gelar Aksi, Desak Pemerintah Tangani Krisis Ekologis

SATYABERITA – Serikat Mahasiswa Universitas Paramadina (SEMA UPM) berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Kehutanan RI, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026). Aksi yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ini menyoroti krisis ekologis selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka.

Sekretaris Jenderal SEMA UPM, Adjie Putra Wijaya, menyampaikan aksi bertema “Peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Menggugat Bencana Ekologis 2 Tahun Rezim Prabowo-Gibran” tersebut merupakan bentuk desakan kepada pemerintah untuk bertanggung jawab atas dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir bandang di Sumatera.

Dalam kajiannya, SEMA UPM menyoroti dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat, kerugian ekonomi, penegakan hukum terhadap korporasi, serta kerusakan lingkungan yang dinilai berkaitan dengan deforestasi dan lemahnya pengawasan perizinan.

SEMA UPM menyampaikan enam tuntutan kepada pemerintah, yakni membuka data konsesi lahan terbakar, menindak tegas korporasi pelanggar hukum, menetapkan karhutla 2026 sebagai bencana nasional, memberikan layanan kesehatan bagi warga terdampak, memulihkan hutan dan ekosistem gambut, serta membuka hasil audit perizinan lingkungan di Sumatera.

Melalui aksi tersebut, SEMA UPM mendesak pemerintah mengambil langkah konkret dan transparan dalam penanganan krisis ekologis serta memastikan perlindungan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Aksi berlangsung pukul 13.00–17.00 WIB dengan agenda orasi ilmiah, pembacaan pernyataan sikap, mimbar bebas, pertunjukan seni simbolis, dan pembacaan puisi monolog.

Post Comment