Program Sekolah Aman Asap di Palangka Raya Dibatalkan, Anies Project Sayangkan Penarikan Fasilitas Bantuan

SATYABERITA – Program Sekolah Aman Asap yang diinisiasi Tim Anies Project untuk mendukung perlindungan kesehatan anak dari ancaman kabut asap di lingkungan sekolah, batal dilaksanakan di salah satu sekolah di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Program tersebut dirancang sebagai bentuk kepedulian terhadap hak anak untuk mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan sehat, terutama di tengah ancaman kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas belajar siswa.
Tim Anies Project menjelaskan, program Sekolah Aman Asap disusun dengan mengacu pada Pedoman Penyelenggaraan Sekolah Aman dari Kabut Asap yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada 2015.
Namun, rencana penyaluran bantuan program tersebut kepada Sekolah Khusus (SKH) Negeri 1 Palangka Raya tidak dapat dilanjutkan. Pihak sekolah bahkan meminta agar proses penerimaan bantuan dibatalkan karena mekanisme administrasi dan prosedur birokrasi belum terpenuhi.
Dalam surat pemberitahuan yang disampaikan kepada pihak pemberi bantuan, Kepala SKH Negeri 1 Palangka Raya, Hj. Anitha, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas rencana pemberian bantuan Sekolah Aman Asap dari Yayasan Huma Inisiatif Indonesia.
Meski demikian, pihak sekolah menjelaskan bahwa SKH Negeri 1 Palangka Raya merupakan sekolah negeri yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Oleh karena itu, setiap penerimaan bantuan hibah maupun bantuan dari pihak luar harus mengikuti prosedur dan mekanisme administrasi resmi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Mengingat proses administrasi dan alur prosedur penerimaan bantuan tersebut belum terpenuhi, dengan sangat berat hati kami menyampaikan bahwa penerimaan bantuan Sekolah Aman Asap untuk saat ini belum dapat ditindaklanjuti atau dibatalkan,” demikian disampaikan dalam surat tersebut.
Pihak sekolah juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pembatalan penerimaan bantuan tersebut.
Sementara itu, Tim Anies Project menyayangkan pembatalan program Sekolah Aman Asap di Palangka Raya, termasuk permintaan penarikan fasilitas yang sebelumnya telah disalurkan.
Menurut tim penggagas, program tersebut merupakan inisiatif perlindungan kesehatan anak yang memiliki tujuan sosial, yakni membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dari dampak kabut asap.
Tim Anies Project berharap pentingnya perlindungan kesehatan siswa tetap menjadi perhatian bersama. Sebab, hak anak untuk memperoleh lingkungan pendidikan yang aman dan sehat perlu didukung melalui berbagai inisiatif, termasuk kolaborasi antara masyarakat, lembaga sosial, dan pemerintah.
Program Sekolah Aman Asap diharapkan dapat menjadi salah satu upaya nyata dalam meningkatkan kesiapsiagaan lingkungan pendidikan menghadapi ancaman kabut asap, sehingga kesehatan dan keselamatan siswa tetap terlindungi.



Post Comment