Jupiter Bantu Tebus 56 Ijazah Warga Kurang Mampu, Dorong Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi

SATYABERITA – Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi DKI Jakarta, Jupiter, membantu menebus sebanyak 56 ijazah milik warga kurang mampu yang selama ini tertahan di sekolah akibat keterbatasan ekonomi. Bantuan tersebut menjadi tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang disampaikan langsung kepada Jupiter saat kegiatan reses.
Penebusan dan penyerahan ijazah dilaksanakan pada Kamis (29/10/2026). Melalui bantuan ini, puluhan warga yang sebelumnya terkendala mengambil ijazah kini dapat kembali memiliki dokumen pendidikan yang menjadi salah satu syarat penting untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Jupiter mengatakan, persoalan ijazah yang tertahan bukan sekadar masalah administrasi atau biaya pendidikan. Lebih dari itu, kondisi tersebut menyangkut masa depan, kesempatan kerja, serta harapan masyarakat untuk memperbaiki taraf hidup.
“Ketika saya turun ke masyarakat dalam kegiatan reses, saya mendengar langsung keluhan warga yang sudah menyelesaikan pendidikan, tetapi ijazahnya belum bisa diambil karena keterbatasan ekonomi. Aspirasi tersebut tidak boleh berhenti hanya menjadi catatan reses. Harus ada tindak lanjut dan solusi nyata. Alhamdulillah, hari ini sebanyak 56 ijazah dapat kita bantu tebus dan diserahkan kembali kepada pemiliknya,” ujar Jupiter, Jumat (30/10/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk tindak lanjut konkret terhadap aspirasi masyarakat. Sebagai anggota DPRD, dirinya memiliki tanggung jawab untuk menyerap aspirasi, menjalankan fungsi pengawasan, serta memperjuangkan kebijakan dan penganggaran sesuai kewenangan yang dimiliki.
Ia menambahkan, upaya tersebut sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang menempatkan pemerintah daerah dan DPRD sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah dengan fungsi masing-masing dalam mendukung pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Negara tidak boleh membiarkan anak-anak bangsa kehilangan kesempatan hanya karena orang tuanya tidak mampu secara ekonomi. Jangan sampai seseorang sudah berjuang bertahun-tahun menyelesaikan pendidikan, tetapi justru tidak bisa menggunakan ijazahnya untuk membangun masa depan,” tegasnya.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Daerah Pemilihan (Dapil) 10 Jakarta Barat itu juga mengungkapkan cita-citanya agar pendidikan di Jakarta semakin terjangkau. Bahkan, ia berharap ke depan pemerintah dapat mewujudkan pendidikan gratis hingga jenjang perguruan tinggi, khususnya bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu.
Jupiter mencontohkan sejumlah negara seperti Finlandia, Jerman, Norwegia, Denmark, dan Swedia yang memiliki sistem pendidikan tinggi dengan dukungan pembiayaan publik.
Menurutnya, keberpihakan negara terhadap sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong kemajuan bangsa.
“Karena itu, negara harus memiliki keberpihakan yang kuat terhadap pendidikan. Kualitas sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa,” katanya.
Ia juga menyinggung Filipina yang telah menerapkan kebijakan pendidikan tinggi gratis pada perguruan tinggi negeri tertentu melalui program yang didukung pemerintah.
“Kalau negara-negara lain bisa membangun sistem pendidikan dengan dukungan pembiayaan negara, saya memiliki cita-cita agar suatu saat anak-anak Jakarta juga bisa mendapatkan kesempatan yang sama. Jangan sampai masa depan seorang anak ditentukan oleh tebal atau tipisnya dompet orang tuanya,” ungkap Jupiter.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa cita-cita tersebut sejalan dengan amanat konstitusi, khususnya Pasal 31 UUD 1945, yang menjamin hak setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan serta mengatur kewajiban negara dalam membiayai pendidikan dasar.
Jupiter menekankan, bantuan penebusan 56 ijazah tersebut bukan sekadar upaya menyelesaikan persoalan administrasi pendidikan, melainkan bagian dari ikhtiar lebih besar untuk membuka kesempatan dan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
“Tujuan kita bukan hanya membantu menebus 56 ijazah hari ini. Lebih dari itu, kita ingin membangun kesadaran bahwa pendidikan harus menjadi jalan untuk memutus rantai kemiskinan. Saya ingin anak-anak Jakarta punya kesempatan untuk sekolah setinggi-tingginya, meraih cita-cita, mendapatkan pekerjaan yang layak, dan mengangkat derajat keluarganya,” tambahnya.
Ia juga menilai keberhasilan pelayanan publik tidak semata-mata diukur dari banyaknya program yang dibuat pemerintah, tetapi dari sejauh mana manfaat program tersebut benar-benar dirasakan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan.
“Selama saya diberikan amanah di DPRD DKI Jakarta, saya ingin terus memperjuangkan agar kebijakan, program, dan anggaran daerah benar-benar digunakan untuk kemaslahatan masyarakat. Kekuasaan dan jabatan adalah amanah, dan amanah itu harus memberikan manfaat bagi rakyat,” tutup Jupiter.



Post Comment