Mujiono: Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak pada Kesejahteraan Warga

SATYABERITA – DPRD DKI Jakarta mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta agar tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu, hasil pembangunan harus dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiono, menilai capaian pertumbuhan ekonomi Jakarta yang mencapai 5,59 persen serta realisasi investasi sebesar Rp270 triliun merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Namun demikian, ia menegaskan masih terdapat tantangan besar yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah, yakni tingginya ketimpangan sosial dan ekonomi.
“Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan masyarakat kecil, bukan hanya kelompok tertentu,” ujar Mujiono di Gedung DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, tingkat ketimpangan ekonomi di Jakarta masih tergolong tinggi. Hal itu tercermin dari Rasio Gini Jakarta yang masih berada di angka 0,44, yang menunjukkan kesenjangan pendapatan dan pengeluaran masyarakat masih menjadi persoalan serius.
Mujiono menekankan, keberhasilan pembangunan tidak dapat dinilai hanya dari tingginya angka pertumbuhan ekonomi maupun investasi yang masuk ke Jakarta. Pemerintah juga harus memastikan manfaat pembangunan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
“Keberhasilan pembangunan harus diukur dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya, bukan sekadar dari angka-angka pertumbuhan,” katanya.
Meski demikian, politisi Partai Demokrat tersebut tetap memberikan apresiasi kepada Pemprov DKI Jakarta yang dinilai berhasil menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian.
“Di tengah kondisi dunia yang tidak menentu, Jakarta tetap tumbuh. Ini patut diapresiasi,” ungkapnya.
Selain itu, Mujiono juga mendukung komitmen Pemprov DKI dalam mempertahankan berbagai program sosial dan pendidikan yang dinilai langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Program-program tersebut antara lain Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), program pemutihan ijazah, hingga kebijakan perluasan sekolah swasta gratis.
Menurutnya, berbagai program tersebut memiliki peran penting dalam menjaga akses pendidikan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Jakarta di masa mendatang.
“Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan Jakarta,” tegasnya.
DPRD berharap Pemprov DKI Jakarta dapat mengimbangi keberhasilan tersebut dengan capaian ekonomi yang terus tumbuh, kebijakan yang mendorong pemerataan kesejahteraan. Sehingga, manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan oleh kelompok tertentu, tetapi juga oleh seluruh warga Jakarta.



Post Comment