Extended Concourse Bundaran HI Ditargetkan Rampung Juni 2027, Bakal Jadi Simpul Transportasi dan Ekonomi

Breaking

Extended Concourse Bundaran HI Ditargetkan Rampung Juni 2027, Bakal Jadi Simpul Transportasi dan Ekonomi

SATYABERITA – Proyek extended concourse di bawah kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, diproyeksikan tidak hanya menjadi jalur penyeberangan, tetapi juga simpul transportasi sekaligus penggerak aktivitas ekonomi baru di pusat Jakarta.

Ruang bawah tanah seluas 4.439 meter persegi ini dibangun PT MRT Jakarta melalui anak usahanya, PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ), dengan nilai investasi Rp148,2 miliar.

Proyek ditargetkan rampung pada Juni 2027, bertepatan dengan momentum HUT ke-500 Jakarta. Hingga Agustus 2026, progres pembangunan telah mencapai 24 persen.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mengatakan proyek tersebut memiliki posisi strategis karena berada di kawasan dengan mobilitas dan aktivitas ekonomi yang tinggi.

“Diharapkan rampung saat HUT Jakarta ke-500,” kata Yuke, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Direktur Utama PT ITJ Ferdiansyah Roestam mengatakan pembangunan extended concourse menjadi pengalaman perdana bagi perseroan dalam mengerjakan ruang bawah tanah.

Ruang tersebut akan memiliki dua akses utama. Akses pertama terhubung dengan Plaza Indonesia dan Grand Hyatt Hotel, sedangkan akses lainnya menuju Wisma Nusantara dan Hotel Pullman.

Selain itu, extended concourse akan terhubung dengan halte TransJakarta Bundaran HI melalui lift dan terkoneksi dengan Stasiun MRT Jakarta.

Dengan demikian, pengguna transportasi publik dapat berpindah menuju pusat perbelanjaan, hotel, dan kawasan perkantoran dengan lebih mudah.

“Pengguna transportasi publik bisa berpindah dengan lebih mudah,” ujar Roestam, Senin (25/8/2026).

Ruang bawah tanah yang berada sekitar 18 meter di bawah permukaan jalan itu juga dirancang sebagai ruang multifungsi dan bagian dari pengembangan konsep Transit Oriented Development (TOD) Bundaran HI.

Sedangkan Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Muhammad Lefi menilai fungsi ekonomi perlu menjadi bagian penting dari proyek tersebut. Menurutnya, extended concourse tidak seharusnya hanya digunakan untuk menyeberang, tetapi juga mampu mendorong aktivitas ekonomi.

“Bukan hanya untuk menyeberang, tetapi juga menggerakkan ekonomi,” kata Lefi.

Ia memperkirakan ruang multifungsi tersebut dapat melayani sekitar 6.000 pengunjung setelah beroperasi. Integrasi MRT, TransJakarta, pusat perbelanjaan, hotel, dan kawasan bisnis diharapkan menciptakan ekosistem transportasi dan ekonomi baru tanpa menambah beban ruang di permukaan.

Jadi dengan adanya konsep itu, proyek extended concourse Bundaran HI diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas dan kenyamanan pengguna transportasi publik, tetapi juga memperkuat posisi Bundaran HI sebagai salah satu pusat ekonomi dan kawasan TOD utama Jakarta.

Post Comment