Diikuti 5.118 Pelajar, Olimpiade Genomik Indonesia 2026 Siap Gelar Babak Final

SATYABERITA – Olimpiade Genomik Indonesia (OGI) 2026 memasuki babak final setelah menjaring 70 finalis terbaik dari 5.118 pelajar di berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi sains genomik pertama di Indonesia yang terkurasi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) ini akan berlangsung pada 13–15 November 2026 di Jakarta dan Bogor.
Digagas oleh Indonesia Mengajar bersama Regene Academy, divisi edukasi RegeneGenomics, OGI 2026 melibatkan pelajar dari jenjang sekolah dasar kelas 4–6, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas.
Seleksi dilakukan secara bertahap, mulai dari ribuan peserta hingga 1.312 siswa yang mengikuti babak semifinal melalui Computer Based Test (CBT). Dari proses tersebut, terpilih 70 finalis yang akan berkompetisi secara langsung pada babak final.
Ketua Dewan Pengarah sekaligus Komite Ahli OGI 2026, Prof. dr. Amin Soebandrio W. Kusumo, PhD, SpMK(K), menilai literasi genomik menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurutnya, pemahaman genomik dapat membantu pelajar menyikapi informasi genetik secara bijak, mengenali disinformasi dan pseudosains, serta memahami pentingnya konservasi keanekaragaman hayati berbasis sains.
“Generasi muda perlu dibekali pemahaman tentang etika sains sekaligus dipersiapkan menjadi talenta masa depan di bidang genomik, bioinformatika, bioetika, kebijakan kesehatan, dan bioteknologi,” ujarnya.
Perluas Akses Pendidikan Sains
OGI 2026 tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga mendorong pemerataan akses pendidikan sains dan penguatan ekosistem STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di Indonesia.
Melalui Jalur Afirmasi, OGI memberikan kesempatan dan pembiayaan penuh bagi pelajar dari wilayah implementasi program Indonesia Mengajar. Inisiatif ini ditujukan untuk membuka akses terhadap pendidikan sains berkualitas tanpa terkendala kondisi geografis maupun ekonomi.
Rangkaian program juga mencakup OGI Learning Series berupa webinar dan masterclass, serta OGI Goes to School yang melibatkan sekolah, guru, dan orang tua dalam mendukung pembelajaran sains.
Ketua Panitia OGI 2026, Hikmat Hardono, mengatakan setiap anak Indonesia berhak memperoleh kesempatan untuk mengenal sains dan mengembangkan potensi dirinya.
“Olimpiade Genomik Indonesia menjadi salah satu ruang untuk membuka kesempatan itu, sekaligus mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna ilmu pengetahuan, tetapi juga ikut berkontribusi dalam perkembangannya,” kata Hikmat.
Kolaborasi Lintas Sektor
Penyelenggaraan OGI 2026 didukung kolaborasi berbagai lembaga pemerintah, institusi penelitian, perguruan tinggi, komunitas sains, dan mitra pendidikan.
Dukungan tersebut antara lain berasal dari Kementerian Kesehatan melalui Balai Besar Biomedis dan Genomika, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, IPB University, serta i3L University.
Sejumlah komunitas dan mitra lain turut berpartisipasi, termasuk Rumah Main STrEAM, ForBio, Generasi Biologi (Genbio), iGEM UGM, Generasi Peneliti, Nutrifood Research Center, dan Bogor Science Club. Dukungan media partner diberikan oleh Ibupedia, HaiBunda, dan KomikIbu.
Melalui penyelenggaraan OGI 2026, Indonesia Mengajar dan Regene Academy berharap semakin banyak generasi muda mengenal genomik dan bioteknologi sejak dini, sekaligus memiliki kesiapan untuk berkontribusi dalam perkembangan sains di masa depan.
Tentang penyelenggara
Indonesia Mengajar merupakan organisasi nirlaba yang berfokus pada penguatan ekosistem pendidikan di Indonesia melalui kolaborasi dengan pemuda, guru, orang tua, komunitas, dan pemerintah.
Sementara itu, Regene Academy merupakan divisi edukasi RegeneGenomics yang mengembangkan program pembelajaran terkait genomik, tes DNA, dan pengobatan presisi.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui “indonesiamengajar.org” (https://indonesiamengajar.org) dan “regene.ai” (https://regene.ai).



Post Comment