Harga Bawang Putih dan Cabai Naik di Jakarta, ini yang akan Dilakukan Dinas PPKUKM

Breaking

Harga Bawang Putih dan Cabai Naik di Jakarta, ini yang akan Dilakukan Dinas PPKUKM

SATYABERITA – Sejumlah komoditas bumbu dapur di Jakarta mengalami kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan hasil pemantauan harga pangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, bawang putih menjadi komoditas dengan lonjakan harga tertinggi.

Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengatakan harga bawang putih naik 12,9 persen atau sebesar Rp4.949 per kilogram, dari Rp38.371 menjadi Rp43.320 per kilogram berdasarkan data pemantauan di lima wilayah administrasi Jakarta per 14 Juni 2026.

“Kenaikan harga bawang putih ini menjadi yang tertinggi di antara seluruh komoditas bahan dapur yang dipantau,” ujar Ratu dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).

Selain bawang putih, sejumlah jenis cabai juga mengalami kenaikan harga. Cabai merah besar (TW) naik 3,2 persen dari Rp67.250 menjadi Rp69.400 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit merah meningkat Rp1.300 per kilogram atau 1,65 persen menjadi Rp80.300 per kilogram.

Harga cabai rawit hijau juga tercatat naik Rp634 per kilogram atau 1,03 persen menjadi Rp61.917 per kilogram.

Meski demikian, tidak seluruh komoditas mengalami kenaikan. Hasil monitoring menunjukkan harga cabai merah keriting justru turun Rp605 per kilogram atau 1,07 persen menjadi Rp55.850 per kilogram.

Penurunan paling signifikan terjadi pada cabai rawit hijau besar yang turun Rp5.000 per kilogram atau 11,43 persen menjadi Rp38.750 per kilogram. Sementara harga bawang merah relatif stabil dengan penurunan tipis sebesar Rp154 per kilogram atau 0,26 persen menjadi Rp58.117 per kilogram.

Sementara itu, untuk mengendalikan gejolak harga, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah akan melakukan sejumlah langkah intervensi, mulai dari operasi pasar hingga penguatan distribusi pangan ke pasar-pasar rakyat.

Menurut Ratu, pemerintah juga akan memastikan kelancaran pasokan dari daerah sentra produksi guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

“Kami akan memperkuat koordinasi melalui TPID untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan. Intervensi akan dilakukan melalui operasi pasar serta penguatan distribusi komoditas ke pasar-pasar rakyat agar pasokan tetap lancar dan harga dapat segera terkendali,” jelasnya.

Lebih lanjut Ratu mengatakan, Dinas PPKUKM DKI Jakarta turut berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan pangan, seperti Perum Bulog, ID FOOD, Food Station Tjipinang Jaya, dan Perumda Pasar Jaya untuk memastikan ketersediaan komoditas strategis dengan harga yang tetap terjangkau.

Selain itu, pemantauan harga dan stok pangan akan dilakukan setiap hari guna mengantisipasi potensi kenaikan harga menjelang periode peningkatan konsumsi masyarakat.

“Kami memastikan stok pangan strategis di Jakarta masih dalam kondisi aman. Pemerintah akan terus hadir untuk menjaga keseimbangan pasokan dan keterjangkauan harga sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tutup Ratu.

Post Comment