Pemprov DKI Salurkan KJP Plus Tahap I 2026 untuk 707 Ribu Siswa, Anggaran Capai Rp1,6 Triliun

Breaking

Pemprov DKI Salurkan KJP Plus Tahap I 2026 untuk 707 Ribu Siswa, Anggaran Capai Rp1,6 Triliun

SATYABERITA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan (Disdik) kembali menyalurkan bantuan pendidikan melalui program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus Tahap I Tahun 2026 kepada ratusan ribu peserta didik di Ibu Kota.

Pada penyaluran tahap pertama tahun ini, sebanyak 707.477 siswa dari berbagai jenjang pendidikan tercatat sebagai penerima bantuan tersebut.

Para penerima berasal dari beragam tingkat pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), hingga Sekolah Luar Biasa (SLB).

Untuk mendukung program ini, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp1.620.226.200.366 atau sekitar Rp1,6 triliun. Dana tersebut ditujukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan pendidikan para peserta didik penerima KJP Plus.

Penyaluran dana KJP Plus Tahap I Tahun 2026 dilakukan secara bertahap dan mulai disalurkan sejak 5 Maret 2026.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, mengatakan program KJP Plus merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk memastikan siswa dari keluarga kurang mampu tetap dapat mengakses pendidikan dengan baik.

Menurutnya, bantuan ini tidak hanya membantu biaya pendidikan, tetapi juga mendukung kebutuhan dasar belajar para siswa.

“Melalui program KJP Plus, Pemprov DKI Jakarta berharap para peserta didik terus bersemangat belajar, meningkatkan prestasi, serta memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Nahdiana di Jakarta, Jumat (6/3).

Selain itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga secara berkala melakukan pemutakhiran dan verifikasi data penerima. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan pendidikan KJP Plus dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada siswa yang benar-benar membutuhkan.

Program KJP Plus sendiri menjadi salah satu program unggulan Pemprov DKI Jakarta dalam mendukung pemerataan akses pendidikan serta menekan angka putus sekolah di Ibu Kota.

Post Comment