Persoalan Banjir Jakarta Utara Harus Tuntas, Haji Rasyidi Minta Penanganan Serius dan Berkelanjutan

Breaking

Persoalan Banjir Jakarta Utara Harus Tuntas, Haji Rasyidi Minta Penanganan Serius dan Berkelanjutan

SATYABERITA – Jakarta Utara kembali menjadi sorotan akibat persoalan banjir dan genangan air yang kerap berulang. Kondisi ini dinilai tidak boleh dianggap sebagai masalah musiman semata, melainkan harus ditangani secara serius hingga tuntas.

Hal tersebut disampaikan mantan anggota DPRD DKI periode 2019-2024 H. Rasyidi H.Y., yang menegaskan perlunya langkah konkret dan berkelanjutan dari pemerintah daerah.

Menurut H. Rasyidi penanganan banjir tidak boleh berhenti hanya ketika air sudah surut. Ia menilai selama ini masih sering terjadi pola penanganan yang bersifat sementara, tanpa ada tindak lanjut yang jelas untuk mencegah banjir kembali terjadi di kemudian hari.

“Persoalan banjir harus dituntaskan. Jangan setelah banjir surut, tidak ada langkah berikutnya. Ini penting agar banjir, terutama di wilayah Jakarta Utara, tidak terus berulang,” ujar Rasyidi, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/1/2026).

Rasyidi merupakan mantan Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI ini menekankan perlunya penerapan solusi yang lebih komprehensif.

Ia berharap ada sejumlah langkah teknis yang dapat dilakukan, seperti pengerukan saluran air secara rutin, perbaikan dan normalisasi drainase, serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengendalian banjir yang ada.

Menurut Rasyidi, sebagai warga yang sehari-hari beraktivitas di Jakarta Utara dirinya merasa resah. Rasyidi yang saat ini bekerja di Jakarta Islamic Center sebagai Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan mengaku, genangan air dinilai sangat mengganggu aktivitas perkantoran, mobilitas masyarakat, hingga roda perekonomian di wilayah tersebut.

“Saya sangat terganggu dengan adanya banjir atau genangan air, karena saya berkantor di Jakarta Utara. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga berdampak pada produktivitas dan pelayanan publik,” katanya.

Untuk itu dirinya berharap peran Dinas Sumber Daya Air (SDA) agar dapat bekerja secara maksimal dan menyelesaikan persoalan banjir hingga ke akar permasalahan.

Menurut H. Rasyidi yang juga seorang enjiniring ini, penanganan setengah-setengah hanya akan membuat masalah yang sama terus terulang setiap musim hujan.

“Kami berharap Dinas SDA bekerja sampai tuntas. Jangan ada pekerjaan yang terhenti di tengah jalan. Harus ada perencanaan matang dan pelaksanaan yang konsisten,” kata H. Rasyidi.

Rasyidi mengatakan, Dinas SDA DKI perlu memikirkan soal pembangunan sarana penanggulangan banjir, bisa berupa situ maupun embung yang dapat menampung air curah hujan.

“Tidak hanya perbaikan saluran maupun drainase, sebaiknya dibuat juga semacam penampungan seperti situ ataupun embung yang kecil-kecil. Tidak perlu besar, yang penting bisa menampung air saat hujan dan genangan atau banjir tak terjadi,” jelas H. Rasyidi.

Selain itu, ia menegaskan bahwa ketika banjir melanda Jakarta Utara, seharusnya seluruh sarana dan prasarana penanganan banjir dapat dikerahkan secara maksimal. Koordinasi lintas instansi perlu dilakukan.

“Misalnya banjir di Jakarta Utara, semua pihak yang terkait dalam penanganan banjir maupun saat banjir harus dikerahkan. Tidak hanya SDA saja, harus ada instansi lain yang dapat mempermudah maupun melancarkan aktivitas warga saat terjadinya banjir,” jelasnya.

Rasyidi berharap persoalan banjir, jangan sampai mengorbankan jiwa warga. “Selama ini banyak kerugian materi warga Jakarta, kita berharap tidak sampai merenggut nyawa, soalnya beberapa waktu lalu ada kejadian warga yang kesetrum akibat aliran listrik dari genangan air. Semoga hal itu jangan terulang kembali,” pungkasnya. (pot)

Post Comment