Pascakebakaran di Kampung Melayu, PMI Jakarta Timur dan Warga Gotong Royong Bersihkan Puing

SATYABERITA – Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Timur bersama Pemerintah Kota Jakarta Timur dan warga bergotong royong membersihkan puing-puing sisa kebakaran di RT 005/RW 004, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Minggu (11/10/2026).
Selain kerja bakti, PMI juga memberikan layanan kesehatan dan pendampingan psikososial bagi warga terdampak.
Ketua PMI Jakarta Timur, Bambang Pangestu, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat memulihkan kondisi setelah mengalami musibah kebakaran.
“Jadi hari ini supaya masyarakat kembali pulih, kita hadir di tengah-tengah masyarakat dan juga memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak,” kata Bambang di lokasi, Minggu (11/10/2026).
Tak hanya membantu membersihkan lingkungan, PMI Jakarta Timur turut memberikan layanan dukungan psikososial, promosi kesehatan, dan pengobatan bagi warga terdampak kebakaran.
“Kami juga memberikan psikososial, kemudian juga ada promosi kesehatan, dan memberikan pengobatan bagi warga yang terdampak kebakaran,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, PMI Jakarta Timur mengerahkan sekitar 25 personel yang terdiri atas unsur pengurus, markas, dan Korps Sukarela (KSR). Selain itu, sekitar 30 tenaga sukarela PMI turut membantu proses pembersihan puing-puing kebakaran.
Bambang juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus mendukung pelaksanaan kegiatan kemanusiaan PMI.
“Dan terima kasih juga kepada masyarakat yang selalu mendukung Palang Merah Indonesia di dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan, sosial kemanusiaan,” ujarnya.

Libatkan PPSU dan Warga dari Tiga RT
Di lokasi yang sama, Lurah Kampung Melayu, Badrudin, mengatakan pihaknya mengerahkan sekitar 30 petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk bergabung dengan PMI dan warga dalam membersihkan area terdampak kebakaran.
Menurut Badrudin, PMI Jakarta Timur telah memberikan bantuan sejak hari kejadian kebakaran. Kerja bakti pembersihan puing-puing pun sudah dimulai pada Sabtu (10/10/2026).
“Begitu ada kebakaran, sorenya PMI Jakarta Timur sudah ada bantuan di sini, berikutnya kerja bakti ini. Sebenarnya sudah dimulai Sabtu kemarin, dan masyarakat sangat mendukung kegiatan kerja bakti bersama ini,” ujar Badrudin.
Sementara itu Ketua RW 04, Sunarto, mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam membantu warga memulihkan lingkungan tempat tinggal mereka.
Ia mengatakan kerja bakti tersebut melibatkan warga dari RT 004, RT 005, dan RT 006 dengan jumlah sekitar 60 orang.
“Alhamdulillah terima kasih untuk semua pihak, PMI Jakarta Timur, kelurahan, semuanya. Kerja bakti ini juga melibatkan warga dari RT 004, RT 005, dan RT 006 dengan jumlah sekitar 60 orang,” kata Sunarto.
Dalam kegiatan itu, warga terdampak kebakaran bersama para tetangga tampak bahu-membahu membersihkan puing-puing rumah dan lingkungan permukiman. Petugas PMI Jakarta Timur dan PPSU juga bekerja bersama warga untuk mempercepat proses pembersihan.

Sebanyak 13 KK Masih Terdampak Kebakaran
Di tengah proses pembersihan, sejumlah warga yang terdampak masih bertahan di tenda pengungsian yang didirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di halaman gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Di lokasi pengungsian tersebut, PMI Jakarta Timur memberikan pendampingan psikososial kepada warga untuk membantu mereka menghadapi situasi pascakebakaran.
Sunarto menyebutkan, kebakaran tersebut berdampak pada 13 kepala keluarga (KK) atau sekitar 50 jiwa. Sebagian warga masih mengungsi karena belum mendapatkan tempat tinggal atau kontrakan.
Selama berada di pengungsian, para penyintas mengandalkan bantuan dari PMI Jakarta Timur, Pemerintah Kota Jakarta Timur melalui suku dinas terkait, para donatur, serta dukungan swadaya masyarakat.
Sebelumnya, kebakaran melanda permukiman padat penduduk di kawasan Kebon Pala, RW 04, Kampung Melayu, pada Kamis (8/10/2026). Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dan 50 personel untuk memadamkan api.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hingga Minggu (11/10/2026), upaya pembersihan lingkungan dan pendampingan bagi warga terdampak masih dilakukan sebagai bagian dari proses pemulihan pascakebakaran.
Post Comment