DPR Dukung Skema Virtual Account Program Makan Bergizi Gratis: Lebih Transparan dan Real-Time

Breaking

DPR Dukung Skema Virtual Account Program Makan Bergizi Gratis: Lebih Transparan dan Real-Time

SATYABERITA — Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, memberikan apresiasi terhadap langkah pemerintah yang menerapkan skema virtual account dalam penyaluran dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dana tersebut kini ditransfer langsung dari Kementerian Keuangan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Netty menilai langkah ini sebagai terobosan penting untuk memastikan tata kelola anggaran yang lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Pantauan Real-Time Minimalkan Penyimpangan

Menurut Netty, penggunaan mekanisme virtual account memungkinkan alur dana terpantau secara langsung oleh pusat. Hal ini menjadi kunci dalam menjaga amanah anggaran publik.

“Skema virtual account ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga akuntabilitas anggaran publik. Dengan mekanisme ini, alur dana menjadi lebih jelas dan dapat dipantau secara real time,” ujar Netty dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (16/1).

Ia menambahkan bahwa pengawasan ketat dari Kementerian Keuangan terhadap saldo di setiap SPPG akan sangat efektif untuk meminimalkan potensi penyimpangan di lapangan.

Penguatan Kapasitas Pengelola di Daerah

Meski mendukung penuh, Netty memberikan catatan penting. Ia mengingatkan pemerintah agar tidak melupakan kesiapan SDM di tingkat bawah. Perubahan sistem digital ini menuntut kapasitas administrasi yang mumpuni dari pengelola SPPG.

“Kita perlu memastikan para pengelola di lapangan mendapatkan pendampingan yang memadai. Jangan sampai beban administrasi justru menghambat fokus utama mereka dalam menyediakan makanan bergizi yang aman dan berkualitas,” tegas politisi PKS tersebut.

Dorong Ekonomi Lokal Melalui Fleksibilitas Pangan

Salah satu poin yang juga disoroti Netty adalah adanya fleksibilitas bagi SPPG untuk menjalin kerja sama langsung dengan petani dan pemasok pangan lokal. Langkah ini dinilai sebagai strategi “dua pulau terlampaui”: pemenuhan gizi sekaligus pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

“Hal tersebut sejalan dengan semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar, sekaligus menjaga kesegaran bahan pangan yang akan dikonsumsi,” tambahnya.

Menutup keterangannya, Netty berharap Program MBG sebagai agenda strategis nasional dapat berjalan secara berkelanjutan melalui sistem pengawasan yang kuat dan komunikasi publik yang transparan.

Post Comment