Walau Belum Ada Kasus Super Flu, DPRD DKI Jakarta Minta Kewaspadaan Tetap Ditingkatkan

SATYABERITA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku hingga Selasa (6/1/2026) belum menerima laporan resmi terkait temuan kasus virus Super Flu di Ibu Kota.
Meski demikian, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mengingatkan agar kewaspadaan tetap ditingkatkan, baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat.
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Elva Farhi Qolbina, menilai sikap waspada menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi ancaman virus tersebut.
“Kita harus meningkatkan kewaspadaan kita dalam menghadapi virus Super Flu ini. Bukan hanya Pemprov DKI saja, tetapi masyarakat pada umumnya juga harus berhati-hati,” ujar Elva di Jakarta, Selasa (6/1/2025).
Elva menekankan pentingnya kesiapan sistem kesehatan, khususnya peran tenaga kesehatan (nakes) sebagai garda terdepan dalam melindungi masyarakat Jakarta dari ancaman Super Flu.
“Kami berharap Dinas Kesehatan beserta fasilitas-fasilitas kesehatan seperti puskesmas, RSUD, dan para nakes di Jakarta bisa menanganinya dengan baik,” katanya.
Menurut Elva, pemantauan ketat terhadap jumlah kunjungan pasien dan jenis keluhan yang datang ke fasilitas kesehatan menjadi langkah penting untuk mendeteksi potensi penyebaran penyakit sejak dini.
“Salah satunya, para nakes harus bisa memantau jumlah kunjungan dan jenis keluhan yang datang. Dari situ bisa ditentukan mana pasien yang perlu rawat inap dan mana yang cukup rawat jalan. Ini penting untuk mengurangi persebaran penyakit di tengah masyarakat,” jelasnya.
Selain kesiapan layanan kesehatan, Elva juga mengingatkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan Super Flu.
Ia menilai struktur sosial di tingkat akar rumput memiliki peran strategis dalam penyebaran informasi dan edukasi kesehatan.
“Pemprov DKI harus mendorong kerja sama lintas sektor. Sosialisasi tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga menggandeng RT/RW, Dasawisma (Dawis), serta sekolah-sekolah yang lebih dekat dengan masyarakat,” imbuhnya.
Tak kalah penting, Elva meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan agar tidak tertinggal dalam kebijakan perlindungan kesehatan.
“Dalam sosialisasi dan penanganan Super Flu ini, kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil dan menyusui, perempuan, serta anak-anak harus mendapat perhatian khusus,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan agar kebijakan yang diambil tidak justru mengabaikan kelompok-kelompok tersebut.
“Jangan sampai kebijakan untuk melindungi masyarakat dari penyakit ini malah meninggalkan kelompok rentan,” tutup Elva.
Post Comment