Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun, Tertinggi Nasional

SATYABERITA – Provinsi DKI Jakarta kembali menempati posisi pertama nasional dalam realisasi investasi. Sepanjang Januari–September 2026, investasi yang terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp249,3 triliun atau 16,2 persen dari total investasi nasional.
Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), capaian Jakarta melampaui Jawa Barat yang mencatatkan investasi Rp229,1 triliun atau 14,9 persen.
Posisi berikutnya ditempati Sulawesi Tengah dengan Rp116 triliun (7,5 persen), Jawa Timur Rp110,5 triliun (7,2 persen), dan Maluku Utara Rp96 triliun (6,2 persen).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta, Heru Hermawanto, mengatakan capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Jakarta.
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan posisi teratas tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, inovasi pelayanan publik, serta upaya menciptakan iklim usaha yang kondusif.
“Ini semua tentu tidak terlepas dari arahan Bapak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung agar seluruh jajarannya terus melakukan berbagai inovasi dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat,” ujar Heru dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10).
Capaian tersebut sekaligus memperkuat konsistensi Jakarta sebagai destinasi investasi utama di Indonesia. Sebelumnya, Jakarta juga menempati peringkat pertama nasional pada Triwulan I dan Semester I 2026.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan investasi, DPMPTSP DKI Jakarta terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui optimalisasi Mal Pelayanan Publik (MPP), percepatan digitalisasi perizinan, pelayanan jemput bola kepada pelaku usaha, serta pendampingan investasi secara terintegrasi.
Pemprov DKI Jakarta juga memperkuat promosi investasi berbasis data melalui penyusunan peta potensi investasi dan pengembangan proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) agar peluang investasi semakin siap ditawarkan kepada investor.
Heru menegaskan, investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai penanaman modal, tetapi juga dari dampaknya terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
“Investasi bukan hanya tentang besarnya nilai penanaman modal, tetapi juga bagaimana investasi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia menambahkan, DPMPTSP DKI Jakarta berkomitmen menghadirkan pelayanan yang profesional, transparan, dan akuntabel guna menjaga kepercayaan dunia usaha sekaligus memperluas manfaat investasi bagi masyarakat.



Post Comment