Warga Gelar Aksi di Kemensos, Protes Data Desil Bansos

SATYABERITA – Massa yang tergabung dalam Koalisi Warga Jakarta untuk Keadilan (KWJK) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Jalan Salemba Raya, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).
Aksi yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB itu diikuti mayoritas ibu-ibu dari berbagai wilayah di Jakarta. Mereka membawa sejumlah poster berisi tuntutan terkait penetapan data desil bantuan sosial (bansos).
Koordinator aksi, Marlo Sitompul, mengatakan KWJK memprotes data desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi warga di lapangan.
Menurutnya, sejumlah warga miskin justru tercatat dalam desil tinggi sehingga berpotensi tidak menerima bansos.
“Desil ini tidak jelas dasarnya, banyak warga miskin mendapat desil tinggi dan terancam tidak mendapat bantuan sosial,” ujar Marlo dalam orasinya.
Sekitar pukul 11.30 WIB, perwakilan massa memasuki Gedung Kemensos. Tak lama kemudian, seluruh massa diarahkan masuk ke area pekarangan taman.
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono kemudian menemui massa.
Sejumlah warga bergantian menyampaikan aspirasi dan keberatan terkait hasil data desil keluarganya.
KWJK juga berencana menyerahkan dokumen berisi “4 Tuntutan Rakyat” kepada Kemensos dan BPS RI. Dokumen tersebut menjadi bagian dari desakan warga agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap data kemiskinan dan penerima bansos.
Marlo menilai pendataan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan angka statistik, tetapi juga perlu mempertimbangkan kondisi nyata masyarakat.
“Data seharusnya menggambarkan kenyataan hidup masyarakat, bukan justru mencabut hak dasar rakyat miskin demi angka-angka statistik di atas kertas,” katanya.
Post Comment