Komjen Pol Karyoto Kembali Masuk Bursa Calon Kapolri, Dinilai Punya Rekam Jejak dan Integritas

Breaking

Komjen Pol Karyoto Kembali Masuk Bursa Calon Kapolri, Dinilai Punya Rekam Jejak dan Integritas

SATYABERITA – Wacana pergantian Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) kembali menjadi perhatian publik. Salah satu nama yang kembali mencuat dalam bursa calon Kapolri adalah Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Karyoto.

Komjen Pol Karyoto menjabat sebagai Kabaharkam Polri sejak Agustus 2025 setelah sebelumnya memimpin Polda Metro Jaya. Ia juga pernah mengemban amanah sebagai Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sehingga dinilai memiliki pengalaman panjang di bidang penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan.

Dukungan terhadap Karyoto salah satunya datang dari Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI), Ical Syamsudin, S.Sos., S.H. Menurutnya, Karyoto memiliki rekam jejak, integritas, serta kepemimpinan yang layak untuk memimpin Korps Bhayangkara.

“Ia memiliki pengalaman yang lengkap, mulai dari reserse, penanganan tindak pidana korupsi, hingga memimpin Polda Metro Jaya dan kini Kabaharkam Polri. Hubungannya dengan berbagai elemen masyarakat juga dinilai baik,” ujar Ical, kepada wartawan, Kamis (30/7/2026).

Meski demikian, hingga saat ini pemerintah belum mengumumkan secara resmi proses maupun keputusan terkait pergantian Kapolri. Nama Karyoto yang beredar masih sebatas aspirasi dan pembahasan di ruang publik.

Rekam Jejak Karier

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1990 dari Batalyon Dhira Brata ini dikenal sebagai perwira dengan spesialisasi reserse. Selama berkarier, Karyoto pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, di antaranya Kapolres Ketapang, Kapolresta Barelang, Dirreskrimum Polda DIY, Wakapolda Sulawesi Utara, Wakapolda DIY, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Kapolda Metro Jaya, hingga kini menjabat Kabaharkam Polri.

Saat bertugas di KPK pada 2020–2023, ia menangani sejumlah perkara korupsi besar, termasuk kasus suap ekspor benih lobster yang melibatkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Ketegasannya dalam menangani perkara tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan kariernya.

Sementara ketika memimpin Polda Metro Jaya, Karyoto dinilai mampu menjaga stabilitas keamanan di wilayah ibu kota yang memiliki kompleksitas sosial dan politik tinggi.

Selain rekam jejak karier, Karyoto juga dikenal rutin melaporkan harta kekayaannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Berdasarkan laporan terakhir, total kekayaannya tercatat sekitar Rp11,5 miliar, meningkat dibandingkan laporan sebelumnya sebesar Rp9,84 miliar.

Bagi sebagian kalangan, transparansi tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam menilai calon pemimpin institusi penegak hukum.

Karier Komjen Pol Karyoto juga mengingatkan publik pada sejumlah mantan Kapolda Metro Jaya yang kemudian dipercaya menjadi Kapolri, seperti Widodo Budidarmo, Anton Soedjarwo, Banurusman Astrosemitro, Dibyo Widodo, Timur Pradopo, Sutarman, Tito Karnavian, dan Idham Aziz.

Selain itu, jalur karier Karyoto yang pernah menjabat Kapolda Metro Jaya dan kini Kabaharkam Polri dinilai memiliki kemiripan dengan perjalanan karier Jenderal (Purn.) Timur Pradopo sebelum menjabat Kapolri.

Post Comment