Kota Seribu Industri, Forum TJSL Hanya Satu Anggota? PB KAMI Desak Audit dan Evaluasi Total.

SATYABERITA – Sorotan terhadap keberadaan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSL BU) Kota Tangerang kembali mencuat. Kali ini, kritik datang dari Ketua Umum PB KAMI, Sultoni,SH yang meminta Pemerintah Kota Tangerang melakukan evaluasi menyeluruh hingga audit terhadap pengelolaan forum tersebut.
Permintaan itu muncul menyusul pernyataan salah satu pengurus Forum TJSL Kota Tangerang yang sebelumnya mengakui bahwa aktivitas forum belum berjalan optimal. Kondisi tersebut dinilai semakin memprihatinkan setelah muncul informasi bahwa keanggotaan forum saat ini hanya terdiri dari satu perusahaan.
Padahal, Kota Tangerang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat industri terbesar di Provinsi Banten dengan ribuan perusahaan yang beroperasi di berbagai sektor usaha.
Menurut Sultoni,SH
minimnya partisipasi perusahaan dalam Forum TJSL BU menjadi indikator yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Jika benar keanggotaan forum hanya satu perusahaan dan kegiatan forum belum berjalan sebagaimana mestinya, maka perlu dilakukan evaluasi menyeluruh. Pemerintah daerah perlu mengetahui apa penyebabnya dan bagaimana langkah perbaikannya,” kata Sultoni,S.H kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).
Ia menilai keberadaan Forum TJSL BU memiliki peran strategis sebagai wadah sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah serta pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, apabila fungsi forum berjalan efektif, program-program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dapat lebih terkoordinasi dan tepat sasaran.
“Forum TJSL sejatinya menjadi jembatan antara perusahaan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Jika forum tidak aktif, potensi kolaborasi yang seharusnya bisa membantu masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah menjadi kurang maksimal,” ujarnya.
Sultoni,S.H juga meminta Wali Kota Tangerang mengambil langkah konkret untuk mengaktifkan kembali peran Forum TJSL BU agar mampu menghimpun partisipasi lebih banyak perusahaan yang beroperasi di wilayah Kota Tangerang.
Ia meyakini kalangan industri pada dasarnya memiliki komitmen untuk berkontribusi melalui program CSR. Namun, diperlukan wadah yang aktif, transparan, dan mampu membangun komunikasi yang baik dengan para pelaku usaha.
“Potensi CSR perusahaan di Kota Tangerang sangat besar. Jika forum berjalan optimal, manfaatnya tidak hanya dirasakan pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat dan dunia usaha itu sendiri karena program yang dijalankan menjadi lebih terarah dan berdampak,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pengurus Forum TJSL BU Kota Tangerang terkait permintaan audit maupun informasi mengenai jumlah keanggotaan forum tersebut.
Pemerintah Kota Tangerang juga diharapkan dapat memberikan penjelasan terkait kondisi terkini Forum TJSL BU serta langkah-langkah yang akan dilakukan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah.(AR)
Post Comment